Jejak Tumbukan Komet dan Asteroid Ungkap Penyusutan Merkurius
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 07:42 WIB | Oleh: Haryo BronoSumber lain yang dirangkum dalam penelitian tersebut memperkirakan perubahan diameter Merkurius akibat penyusutan bisa mencapai hampir 19 kilometer, atau bahkan lebih tinggi dalam batas estimasi tertentu.
Space.com menyebut perhitungan baru menunjukkan kemungkinan perubahan diameter hingga sekitar 23 kilometer, dibandingkan kisaran 4 hingga 16 kilometer yang digunakan dalam sejumlah perkiraan sebelumnya.
Mengapa Ukuran Penyusutan Penting?
Bagi ilmuwan planet, ukuran penyusutan Merkurius bukan sekadar angka. Merkurius merupakan planet berbatu dengan inti logam yang sangat besar dibandingkan ukuran keseluruhan planet. Planet ini juga merupakan planet terpadat kedua di Tata Surya setelah Bumi.
Karena itu, seberapa besar Merkurius menyusut dapat memberikan petunjuk tentang apa yang terjadi di bagian dalam planet. Semakin besar penyusutan yang terbukti, semakin besar pula kemungkinan adanya kondisi interior tertentu yang menjelaskan proses tersebut.
Menurut Nishiyama, penyusutan yang lebih besar dapat mengindikasikan bahwa Merkurius memiliki inti logam yang lebih besar, kandungan unsur ringan seperti silikon yang lebih sedikit di dalam inti, atau suhu awal planet yang lebih tinggi.
Dengan kata lain, permukaan Merkurius dapat menjadi semacam jendela untuk mempelajari bagian planet yang tidak mungkin diamati secara langsung.
Besarnya penyusutan juga dapat membantu ilmuwan memperkirakan lapisan interior Merkurius, ukuran dan komposisi inti, sejarah tektonik dan vulkaniknya, serta proses yang menghasilkan medan magnet planet tersebut.
“Messenger” Membuka Jalan
Pengetahuan mengenai penyusutan Merkurius berkembang berkat sejumlah misi antariksa yang telah mengunjungi planet tersebut. Merkurius sulit dipelajari karena posisinya sangat dekat dengan Matahari. Suhu ekstrem dan lingkungan radiasi di sekitarnya membuat misi menuju planet ini jauh lebih menantang dibandingkan misi ke sejumlah planet lain.
Sebelum misi terbaru, hanya dua wahana yang telah melakukan eksplorasi dekat terhadap Merkurius. Pertama Mariner 10 milik NASA pada 1970-an dan kedua Messener, yang mulai mengorbit Merkurius pada 2011.
Mariner 10 memberikan gambaran awal mengenai struktur permukaan Merkurius, termasuk tebing dan kerutan yang menjadi petunjuk penyusutan planet. Sementara itu, Messenger memberikan gambaran global yang jauh lebih lengkap mengenai permukaan Merkurius.
Namun, data Messenger tetap memiliki keterbatasan. Wahana tersebut tidak mampu menangkap seluruh struktur geologi berukuran kecil di permukaan planet. Menurut materi penelitian yang dirangkum Space.com, MESSENGER hanya dapat membedakan fitur dengan ukuran sekitar 5 kilometer atau lebih. Artinya, masih mungkin ada struktur penyusutan yang lebih kecil yang belum teridentifikasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!