Menlu Arrmanatha Nasir Tegaskan Perlindungan WNI Jadi Prioritas Kemlu RI
📅 Selasa, 13 Okt 2026, 01:25 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir menegaskan bahwa perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri akan terus menjadi prioritas utama kepemimpinannya usai Kementerian Luar Negeri berhasil menyelesaikan sekitar 124 ribu kasus WNI sepanjang 2024 hingga September 2026.
“Sejak 2024 hingga September tahun ini, Kementerian Luar Negeri telah menyelesaikan sekitar 124 ribu kasus yang melibatkan WNI di luar negeri,” ucap Arrmanatha dalam pernyataan pers perdana usai serah terima jabatan menteri luar negeri dari Sugiono di Jakarta, Senin (12/10).
Menurut Menlu RI, di balik setiap angka tersebut ada keluarga yang menunggu kabar dan orang tua yang ingin melihat anaknya pulang dengan selamat meski menghadapi masalah dalam berbagai bentuknya di luar negeri.
Ia memastikan bahwa demi mempertahankan pelindungan WNI sebagai prioritas Kemlu RI di bawah pimpinannya kini, pihaknya akan mengusahakan, antara lain, respons krisis yang lebih sigap serta layanan digital bagi WNI yang semakin terintegrasi.
“Paspor Indonesia harus berarti satu hal: Di mana pun anda berada, negara senantiasa ada di belakang anda,” tegasnya.
Arrmanatha menyebut langkah pelindungan WNI merupakan pengejawantahan UUD 1945 yang mengamanatkan negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.
Ia pun menegaskan bahwa amanat UUD 1945 akan terus menjadi dasar diplomasi berprinsip Indonesia.
Lebih lanjut, jaminan pelindungan bagi para WNI tersebut merupakan bentuk kontribusi Kemlu RI dalam mewujudkan ketahanan nasional yang menjadi prioritas diplomasi dan ekonomi Indonesia.
Menlu RI berkata diplomasi Indonesia juga akan terus dioptimalkan agar dapat menyukseskan agenda strategis kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan memajukan prioritas pembangunan nasional.
Arrmanatha kemudian menyoroti berbagai sektor yang kerja samanya telah terjalin antara Indonesia dengan negara-negara sahabat, antara lain optimalisasi produksi beras dengan Jepang dan Korea Selatan serta peternakan sapi perah dengan Vietnam.
Kemudian, pengembangan pembangkit listrik tenaga thorium dan panas bumi dengan Jepang serta ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi dengan China, ucapnya.
Kemlu RI akan memastikan kerangka kerja sama yang ada dan tengah disusun dapat diterjemahkan menjadi aksi konkret yang bermanfaat bagi Indonesia, dalam mewujudkan ketahanan nasionalnya, maupun para mitra, kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!