El Nino Menguat, Suhu Pasifik Pecahkan Rekor dan Picu Ancaman Panas Global
📅 Selasa, 13 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiParis - Fenomena El Nino yang semakin menguat memecahkan rekor suhu di wilayah utama Samudra Pasifik pada September, menurut Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa (UE), Senin (12/10). Kondisi tersebut menjadi indikasi lain bahwa pola iklim alami itu berkembang dengan intensitas yang luar biasa.
Dilansir dari AFP, para ahli prakiraan cuaca global telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa El Nino kali ini berpotensi menjadi salah satu yang terkuat yang pernah diamati. Rekor suhu terbaru bahkan tercatat sebelum fenomena tersebut diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir tahun ini.
El Nino merupakan fase pemanasan dalam siklus iklim alami yang meningkatkan suhu permukaan laut di Pasifik tropis. Fenomena ini memicu perubahan pola cuaca yang dapat meningkatkan risiko kekeringan dan banjir, sekaligus memperburuk pemanasan global akibat aktivitas manusia.
Copernicus menyatakan suhu permukaan laut di wilayah pemantauan El Nino di Pasifik, yang dikenal sebagai Nino3.4, mencapai rekor tertinggi sebesar 29,70 derajat Celsius pada September.
Angka tersebut melampaui suhu puncak yang tercatat selama peristiwa El Nino kuat pada 1982–1983, 1997–1998, dan 2015–2016.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hal ini menggarisbawahi intensitas luar biasa dari El Nino saat ini," kata lembaga pemantau iklim UE tersebut.
Meski demikian, Copernicus menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan El Nino saat ini sebagai yang terkuat sepanjang sejarah pengamatan.
Perubahan iklim yang meningkatkan suhu laut turut mempersulit perbandingan kekuatan El Nino saat ini dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Pemanasan laut dapat membuat fenomena yang terjadi belakangan tampak lebih kuat dibandingkan kejadian pada masa lalu.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Copernicus menggunakan indeks baru yang turut memperhitungkan pemanasan di lautan tropis. Berdasarkan indeks itu, El Nino saat ini belum terbukti lebih kuat daripada peristiwa sebelumnya.
Namun, nilai yang tercatat pada September menunjukkan bahwa fenomena tersebut sudah berada pada tingkat yang sangat kuat, terutama karena belum mencapai puncaknya, kata Copernicus kepada AFP.
Penilaian mengenai kekuatan El Nino juga berbeda di antara lembaga prakiraan cuaca karena tidak semuanya menggunakan indeks yang sama.
Pada Jumat, badan meteorologi Jepang menyatakan El Nino telah mencapai "intensitas terkuat yang pernah tercatat", dengan suhu di wilayah pemantauan fenomena tersebut berada 4 derajat Celsius di atas normal.
Suhu Laut
Seiring dengan menguatnya El Nino, suhu permukaan laut rata-rata global mencapai rekor 21,05 derajat Celsius pada September. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya untuk bulan yang sama, yakni 20,92 derajat Celsius pada 2023, menurut Copernicus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!