Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disembunyikan di Koper dan Kolong Kasur, Jalur Penyelundupan Satwa Liar di Makassar Dibongkar

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Disembunyikan di Koper dan Kolong Kasur, Jalur Penyelundupan Satwa Liar di Makassar Dibongkar Doc: ANTARA/HO-BBKSDA Sulsel
Ket. Petugas melakukan patroli di atas kapal PELNI untuk mengantisipasi pengangkutan tumbuhan dan satwa liar dilindungi melalui Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/10/2026).

MAKASSAR - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan memperketat pengawasan lalu lintas pengangkutan tumbuhan dan satwa liar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar guna mencegah praktik penyelundupan ilegal, Senin (12/10). 

Kepala Bidang KSDA Wilayah II BBKSDA Sulawesi Selatan Mustari Tepu di Makassar, Senin, mengatakan pengawasan dilakukan melalui patroli gabungan bersama sejumlah instansi di luar kawasan konservasi.

"Ancaman terhadap kelestarian keanekaragaman hayati tidak hanya terjadi di dalam kawasan konservasi, sehingga patroli gabungan harus diperketat," katanya.

Patroli tersebut melibatkan BBKSDA Sulawesi Selatan, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan, Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sulawesi, PT PELNI, Pelindo, Polres Pelabuhan Makassar, serta Polsek Pelabuhan Soekarno-Hatta.

Mustari mengatakan pengawasan di luar kawasan konservasi penting karena peredaran tumbuhan dan satwa liar dapat berlangsung melalui jalur distribusi dan sarana transportasi darat, laut, maupun udara.

Dalam patroli tersebut, petugas memantau kawasan pelabuhan dan kondisi di dalam kapal PELNI untuk mengantisipasi kemungkinan pengangkutan tumbuhan dan satwa liar tanpa dokumen resmi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana koordinasi antarinstansi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan serta mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar menjadi salah satu titik pengawasan karena merupakan simpul transportasi laut yang menghubungkan kawasan Indonesia timur dengan wilayah lainnya.

Sebelumnya, petugas Karantina Sulawesi Selatan bersama PT PELNI menggagalkan pengangkutan 53 ekor kepiting kenari tanpa dokumen resmi di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar pada 24 Maret 2026.

Puluhan satwa dilindungi tersebut ditemukan dalam empat koper tanpa pemilik di KM Dobonsolo yang tiba dari Bau-Bau, Sulawesi Tenggara.

Kasus lainnya terungkap pada 18 Mei 2026 ketika petugas Karantina Sulawesi Selatan bersama petugas keamanan kapal menemukan enam keranjang berisi reptil tanpa dokumen karantina di KM Sinabung.

Reptil yang ditemukan antara lain biawak totol biru, biawak pohon hijau, soa bintang, serta ular yang diduga merupakan satwa endemik Papua.

Satwa tersebut disembunyikan di bawah tempat tidur penumpang kapal. Petugas kemudian mengamankan reptil itu untuk pemeriksaan lebih lanjut dan menyerahkan penanganan kasus kepada tim penegakan hukum.

Kedua kasus tersebut menunjukkan adanya risiko pengangkutan satwa liar tanpa dokumen resmi melalui jalur pelayaran yang terhubung dengan Pelabuhan Makassar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Jakarta Lampaui Yogyakarta ...

Menghitung Peluang Janice Jumpa Aryna Sabalenka di WTA Wuhan

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Menghitung Peluang Janice J...
Nasional
Keadilan bagi Korban HAM Ma...
Nasional
MDCP 2026 Perkuat Kemitraan...
Luar Negeri
Trump Klaim Russia-Ukraina ...

Kabar Menggembirakan, Jantho Telah Melahirkan Bocah ke-12

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kabar Menggembirakan, Janth...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.