Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi Koronagraf dan Babak Baru Pencitraan Luar Angkasa

2 Selasa, 06 Okt 2026, 07:09 WIB | Oleh:
Teknologi Koronagraf dan Babak Baru Pencitraan Luar Angkasa Teknologi Koronagraf dan Babak Baru Pencitraan Luar Angkasa Doc: SAUL LOEB / AFP
Ket. Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman diperkenalkan kepada publik di Goddard Space Flight Center milik NASA di Greenbelt, Maryland, pada 21 April 2026. Dinamai berdasarkan nama kepala astronom pertama NASA, Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman akan memiliki bidang pandang setidaknya 100 kali lebih luas dibandingkan Hubble.

MEMBAYANGKAN sebuah planet di luar Tata Surya atau eksoplanet sering kali disamakan dengan tantangan fotografi yang mustahil. Tantangan itu ibarat mencoba melihat seekor kunang-kunang yang terbang tepat di sebelah sorotan lampu mobil yang menyilaukan dari jarak ratusan kilometer.

Bintang induk bersinar jutaan atau bahkan miliaran kali lebih terang daripada planet yang mengorbit di sekitarnya. Akibatnya, cahaya planet tersebut tenggelam dan tak terlihat oleh teleskop konvensional.

Namun, batasan ini bersiap didobrak oleh teknologi baru yang dibawa oleh Nancy Grace Roman Space Telescope. Selain kamera survei utamanya yang berukuran raksasa, teleskop ini mengusung sebuah instrumen perintis bernama Coronagraph Instrument. Instrumen ini dirancang khusus untuk menjadi penghadang cahaya demi membuka jalan era baru pencitraan langsung ­eksoplanet.

Secara sederhana, koronagraf bekerja dengan cara memblokir atau menekan cahaya langsung dari bintang induk sebelum cahaya tersebut mencapai detektor teleskop. Hal ini mirip seperti saat Anda mencoba melihat pemandangan di luar jendela yang diterpa terik matahari, lalu menutupi sumber cahaya matahari tersebut menggunakan ibu jari agar objek-objek lain di sekitar yang tadinya tertutup silau akhirnya dapat terlihat.

Namun, di luar angkasa, prosesnya jauh lebih rumit daripada sekadar menutupi cahaya dengan bayangan biasa karena adanya fenomena difraksi atau pembelokan gelombang cahaya. Untuk mengatasinya, koronagraf Roman memadukan berbagai teknologi mutakhir.

Instrumen ini menggunakan serangkaian topeng internal untuk meredam pola cahaya liar yang dipancarkan oleh bintang. Selain itu, terdapat cermin deformabel yang menjadi salah satu komponen paling futuristik pada instrumen ini.

Cermin tersebut dilengkapi dengan aktuaktor mikro yang dapat mengubah bentuk permukaannya secara sangat presisi dalam skala nanometer secara real-time. Tujuannya adalah untuk mengoreksi ketidaksempurnaan optik sekecil apa pun yang dapat membiaskan cahaya ­liar.

Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan koronagraf Roman mencapai tingkat penekanan cahaya bintang yang jauh lebih tinggi dibandingkan teleskop-teleskop antariksa generasi sebelumnya.

Sebagian besar eksoplanet yang ditemukan selama ini dideteksi menggunakan metode tidak langsung, seperti melihat redupnya cahaya bintang saat planet melintas di depannya atau mendeteksi goyangan gravitasi bintang akibat tarikan planet. Meskipun metode tersebut sangat sukses menemukan ribuan planet, pendekatan itu tidak memberikan gambar visual dari planet itu sendiri.

Dengan kemampuan pencitraan langsung dari koronagraf, para astronom dapat mempelajari atmosfer planet melalui cahaya redup yang dipantulkan atau dipancarkan. Cahaya itu dapat dianalisis menggunakan spektroskopi untuk mendeteksi kandungan kimia di atmosfernya, seperti uap air, metana, atau tanda-tanda potensial kehidupan lainnya.

Melalui teknologi penghadang cahaya bintang ini, Teleskop Roman tidak sekadar bertindak sebagai pengamat kosmos biasa, melainkan sebagai pionir yang menyiapkan landasan bagi umat manusia untuk benar-benar melihat dunia-dunia lain di luar Tata Surya. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Tim Kesehatan Puskesmas Gam...

Waspada, Hujan Lebat Bakal Mengguyur Sumut Sepekan ke Depan

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Waspada, Hujan Lebat Bakal ...
Ekonomi
23 UKM Mau Melantai, Memang...

Transportasi Umum Makin Diminati Masyarakat

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Transportasi Umum Makin Dim...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.