Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Miliki Daya Tarik Kelas Dunia, Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung di Maros Tawarkan Wisata Alam

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 13:00 WIB | Oleh:
Miliki Daya Tarik Kelas Dunia, Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung di Maros Tawarkan Wisata Alam Doc: antara foto
Ket. Taman Nasional (TN) Bantimurung-Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) menawarkan wisata alam.

JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai Taman Nasional (TN) Bantimurung-Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) menawarkan wisata alam, edukasi dan konservasi yang menarik untuk wisatawan kunjungi.

“Saya berharap Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata yang indah, tetapi juga menjadi contoh konkret pengelolaan pariwisata berkelanjutan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat," kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (20/9).

Dalam kunjungannya pada Sabtu (19/9), Ni Luh mengatakan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung memiliki beragam keunggulan dan daya tarik wisata kelas dunia. Salah satunya adalah kekayaan keanekaragaman kupu-kupu yang menjadikan Bantimurung dikenal sebagai “The Kingdom of Butterfly” dan menjadi habitat bagi berbagai spesies kupu-kupu yang termasuk jenis langka dan endemik.

Kawasan ini juga memiliki bentang alam karst yang luas dengan panorama tebing-tebing karst yang khas dan menjadi bagian penting dari kekayaan geologi kawasan Maros-Pangkep yang telah mendapat pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.

Selain memiliki kekayaan geologi, kawasan konservasi ini menjadi habitat bagi beragam flora dan fauna endemik Sulawesi, di antaranya kera hitam Sulawesi (Macaca maura) dan kuskus beruang.

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung juga menawarkan daya tarik wisata alam berupa air terjun serta jaringan gua alam dengan kekayaan stalaktit, stalagmit, dan nilai arkeologi yang memperkuat potensi kawasan sebagai destinasi wisata alam, edukasi, dan konservasi.

Keunggulan tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan Bantimurung Bulusaraung sebagai destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang tetap menempatkan pelestarian lingkungan serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian utama dalam pengelolaannya.

Pada kesempatan itu, Ni Luh turut memeriksa sejumlah fasilitas yang tersedia bagi wisatawan serta berdiskusi dengan para pelaku usaha pariwisata lokal, pengelola kawasan, serta pemandu wisata. Diskusi tersebut membahas strategi penguatan kapasitas pelaku pariwisata serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat di sekitar taman nasional agar dapat semakin berperan dalam pengembangan pariwisata kawasan.

“Keamanan, keselamatan, dan kebersihan adalah fondasi utama sektor pariwisata. Fasilitas dasar seperti penandaan jalur evakuasi yang jelas dan ketersediaan kamar mandi yang bersih merupakan standar mutlak yang harus dijaga untuk memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujar dia.

Ia menegaskan kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, pengelola kawasan, pelaku pariwisata, serta komunitas lokal dalam memperkuat kualitas infrastruktur, layanan, dan promosi Geopark Bantimurung Bulusaraung agar semakin dikenal dan berdaya saing di tingkat internasional.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat memastikan pengembangan pariwisata memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan fungsi konservasi dan keberlanjutan ekosistem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.