Ketegangan Mereda, Denmark Sambut Kesepakatan Greenland yang 'Mengikat' dengan Trump
📅 Minggu, 20 Sep 2026, 09:23 WIB | Oleh: Tim PenulisTrump memuji kesepakatan itu sebagai "Perjanjian 'Kehidupan Abadi', tidak ada akhirnya!" Washington akan segera mulai membangun kehadiran militer besar-besaran di wilayah tersebut, tambahnya.
"Mulai sekarang, tidak ada musuh AS yang BOLEH memiliki pangkalan di Greenland, memiliki kehadiran militer di Greenland, atau melakukan investasi sensitif di Greenland, tanpa persetujuan tertulis kami."
Meskipun Trump mempresentasikan kesepakatan itu sebagai kemenangan besar, para komentator Denmark mengatakan kemungkinan besar ia hanya mendapatkan sedikit keuntungan.
Mereka mencatat, berdasarkan pakta pertahanan tahun 1951 yang diperbarui pada tahun 2004, Washington sudah dapat meningkatkan kehadiran militernya di pulau itu asalkan memberi tahu Denmark dan Greenland terlebih dahulu.
"Ssst. Jangan beritahu Trump bahwa Kerajaan Denmark-lah yang telah menang," tulis koresponden AS Jacob Heinel Jensen di surat kabar Denmark Berlingske pada hari Sabtu.
Ulrik Pram Gad, seorang peneliti di Institut Studi Internasional Denmark, mengatakan, Trump "jelas tidak mendapatkan dalam perjanjian ini apa yang awalnya ingin dia dapatkan, yaitu kendali kedaulatan atas seluruh Greenland sebagai bagian dari Amerika Serikat".
Kekhawatiran akan Tiongkok dan Russia
Trump telah berulang kali memperingatkan tentang upaya Russia dan Tiongkok untuk membangun pijakan di Greenland seiring dengan berlangsungnya pertempuran strategis untuk supremasi di Arktik yang memanas. Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa mereka tidak akan diizinkan untuk melakukan hal tersebut.
"Perjanjian ini menjamin bahwa Tiongkok dan Russia tidak dapat memiliki pangkalan di Greenland, mereka tidak dapat mengirim pasukan ke Greenland, dan mekanisme yang diperlukan telah tersedia untuk mencegah investasi di sektor-sektor sensitif," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri.
Gad mencatat bahwa sementara Russia kurang tertarik pada Greenland, Tiongkok berinvestasi di industri ekstraktif untuk mendapatkan pijakan di Arktik.
"AS khawatir bahwa jejak Tiongkok dalam bentuk apa pun dapat diubah menjadi aset militer," katanya.
Sembari memperingatkan bahwa detail kesepakatan tersebut masih belum diketahui, Gad mengatakan kekhawatirannya adalah bagaimana "akses eksklusif" bagi AS untuk membangun pangkalan di Greenland akan memengaruhi sekutu NATO dari Eropa.
"Trump telah mengisyaratkan untuk membubarkan aliansi NATO... Jika Eropa adalah musuh, bagaimana posisi Eropa, Denmark, dan Greenland dalam situasi tersebut?"
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!