Trump Kirim Kapal Rumah Sakit AS ke Greenland: 'Sedang dalam Perjalanan!'
📅 Minggu, 22 Feb 2026, 11:13 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: US Navy
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Sabtu (21/2), ia mengirimkan kapal rumah sakit ke Greenland, wilayah otonom Denmark yang telah lama ia idamkan dan ancam akan direbut dengan kekerasan.
Retorika Trump telah meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Denmark, sekaligus menyoroti kawasan Arktik secara global karena ia bersikeras bahwa Greenland yang kaya mineral sangat penting bagi keamanan AS dan NATO terhadap Russia dan Tiongkok.
Dia mengatakan kapal itu akan merawat banyak orang "sakit" di Greenland, tanpa memberikan rincian tentang siapa yang dia maksud atau jumlah orang yang akan dibantu oleh kapal tersebut.
"Kita akan mengirimkan kapal rumah sakit besar ke Greenland untuk merawat banyak orang yang sakit dan tidak mendapatkan perawatan di sana," tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.
"Sedang dalam perjalanan!!!" tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Unggahan di platform Truth Social miliknya memuat gambar yang tampaknya dibuat oleh AI yang menggambarkan USNS Mercy -- sebuah kapal sepanjang 894 kaki (272 meter) yang biasanya ditempatkan di California selatan -- berlayar menuju pegunungan bersalju di cakrawala.
Tidak jelas apakah itu kapal yang sebenarnya dikirim ke Greenland.
Trump mengatakan dalam unggahan tersebut bahwa kapal itu akan dikirim berkoordinasi dengan Gubernur Jeff Landry (R-LA), yang ditunjuk sebagai utusan Trump ke pulau Arktik tersebut pada bulan Desember.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama perayaan Mardi Gras di New Orleans bulan ini, Landry mengunggah foto dirinya dan dua pria di salah satu pesta dansa terkenal kota itu, sambil memegang bendera Greenland bersama-sama.
"Senang sekali bisa menjamu beberapa orang hebat dari Greenland," tulisnya.
Awal pekan ini, Raja Denmark Frederik X mengunjungi Greenland, tempat ia telah lama menikmati popularitas, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan keinginan Trump atas Greenland.
Bulan lalu, Trump menarik kembali ancaman berulang kali untuk merebut wilayah tersebut, setelah mencapai kesepakatan "kerangka kerja" dengan kepala NATO Mark Rutte untuk memastikan pengaruh AS yang lebih besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!