Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Calon Sekjen PBB Peringatkan Perang Dunia Ketiga Bisa Dipicu AI, Minta Regulasi Diperketat

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Calon Sekjen PBB Peringatkan Perang Dunia Ketiga Bisa Dipicu AI, Minta Regulasi Diperketat Doc: AFP
Ket. Dicalonkan Tonga, Mantan Menteri Ekuador Ivonne A-Baki Masuk Bursa Sekjen PBB

New York - Salah satu kandidat untuk memimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu menyerukan agar kecerdasan buatan (AI) diatur seperti senjata nuklir. Ia memperingatkan bahwa Perang Dunia Ketiga dapat terjadi dengan menggunakan teknologi yang sedang berkembang tersebut.

Isu AI diperkirakan mendominasi rangkaian pembicaraan dan pertemuan selama sepekan antara para pemimpin dunia yang akan dimulai di PBB, di tengah peringatan mengenai potensi bahaya teknologi tersebut.

"Kita hampir berada di ambang Perang Dunia Ketiga... dan kali ini lebih berbahaya. Kali ini bukan hanya bahaya nuklir, tetapi juga AI," kata diplomat Ekuador-Lebanon yang dinominasikan Tonga untuk menjadi Sekretaris Jenderal PBB berikutnya, Ivonne A-Baki, kepada AFP.

"Hal yang paling penting bagi umat manusia saat ini adalah tidak ada nuklir dan AI yang diatur. Akan menjadi kesenjangan besar jika kita tidak mengaturnya... Jadi, ini harus dimulai sekarang. Kita harus meningkatkan kesadaran mengenai hal ini.

"Hal itu tidak sulit dilakukan karena semua orang sekarang tahu bahwa AI adalah masalah."

Pernyataan A-Baki disampaikan ketika Sekretaris Jenderal PBB saat ini Antonio Guterres, yang akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir tahun, menyerukan "koordinasi global" mengenai masa depan AI.

"Dunia tidak dapat membiarkan perlombaan menuju standar keselamatan AI yang semakin rendah," kata Guterres pada Rabu.

Kekhawatiran mengenai keamanan AI meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah pekerja di perusahaan pengembang AI besar bahkan mengundurkan diri karena mengkhawatirkan bahaya yang ditimbulkan teknologi tersebut.

A-Baki mengatakan umat manusia "tidak mengendalikan" perkembangan AI "karena kita bergantung padanya, alih-alih menjadi pihak yang menciptakannya secara mandiri."

Menurut dia, kesepakatan mengenai masa depan teknologi antara dua negara adidaya teknologi, Washington dan Beijing, sangat penting untuk melindungi umat manusia.

"Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping, mereka dengan satu cara menjadi teman untuk dunia yang lebih baik. Mereka seharusnya tidak bersaing. Mereka seharusnya bekerja sama," katanya.

A-Baki, yang pernah menjabat sebagai menteri perdagangan Ekuador, mengakui bahwa kebuntuan di Dewan Keamanan PBB menjadi salah satu persoalan. Namun, ia menekankan bahwa negara-negara anggota "harus bekerja sama demi kepentingan semua pihak."

"Saya pikir pada saat itulah Sekretaris Jenderal memiliki mandat untuk dapat ikut campur dalam hal-hal tersebut dan membantu," ujarnya, tanpa berkomitmen untuk mendorong perubahan komposisi lima negara pemegang hak veto, yakni Inggris, Tiongkok, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat.

"Setiap orang harus memiliki suara."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
Luar Negeri
Pengadilan Seoul Perintahka...
Luar Negeri
Raksasa AI Kerja Sama Bentu...
Advertisement
Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

16 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.