Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendidikan Kunci Putus Mata Rantai Kemiskinan

27 Kamis, 17 Sep 2026, 03:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pendidikan Kunci Putus Mata Rantai Kemiskinan Pendidikan Kunci Putus Mata Rantai Kemiskinan Doc: Antara
Ket. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan pesan kunci dalam kegiatan Sarasehan Mitra Beasiswa di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan penguasaan ilmu pengetahuan dan pemerataan akses pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia.

“Karenanya, satu-satunya jalan untuk menghentikan sistem yang terus terjadi pada keluarga-keluarga yang kurang mampu adalah dengan pendidikan,” katanya dalam kegiatan Sarasehan Mitra Beasiswa, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Rabu (16/9).

Brian turut mengutip pesan Presiden RI Prabowo Subianto yang mengingatkan pentingnya penguasaan sains dan teknologi bagi kemajuan bangsa di era modern.

“Di dunia yang modern ini, hanya dengan sains dan teknologi, kita bisa menghilangkan kemiskinan, bisa menjadi negara maju dan bisa menjadi negara modern,” ujarnya.

Menurut Brian, perguruan tinggi merupakan wadah utama berkumpulnya talenta muda unggul, seperti calon peneliti, dokter, hingga insinyur yang akan membawa Indonesia menjadi negara maju.

Namun, cita-cita generasi penerus bangsa tersebut sering kali terhenti di pintu gerbang perguruan tinggi karena keterbatasan biaya kuliah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah terus mengalokasikan dana lebih dari Rp15 triliun setiap tahun melalui berbagai program beasiswa yang diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu.

Meski demikian, Brian menyadari upaya tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian karena tingginya kebutuhan beasiswa di lapangan.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui penyediaan beasiswa pendamping.

“Pendidikan tinggi merupakan tempat berkumpulnya talenta-talenta sains dan teknologi. Di kampus anak-anak muda kita belajar menjadi insinyur, peneliti, dokter, ahli teknologi yang terus akan memajukan bangsa kita. Namun sering pintu itu belum terbuka sama lebar bagi setiap anak,” ucap Brian.

“Ada banyak anak-anak berbakat, dia terpaksa berhenti di pintu gerbang perguruan tinggi karena satu kendala yaitu biaya. Di sanalah biasiswa berperan. Jika pendidikan tinggi adalah pintunya, maka tentu beasiswa ini adalah kunci untuk membuka pintu tersebut,” kata Brian melanjutkan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, dunia usaha, mitra filantropi, dan perguruan tinggi yang selama ini telah berkontribusi membuka akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi.

Ke depan, Mendiktisaintek berharap ekosistem penyediaan beasiswa dapat terintegrasi dengan baik sehingga tidak ada lagi anak bangsa yang harus mengubur mimpinya hanya karena persoalan ekonomi.

Alokasi Anggaran

Sementara itu, Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) Teuku Riefky mengatakan dari delapan fokus Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, pendidikan menjadi prioritas yang menentukan pencapaian prioritas lainnya.

“Satu-satunya prioritas yang mempengaruhi semuanya itu adalah pendidikan. Kalau pendidikannya bagus, kemiskinan juga bisa dientaskan, industri juga bisa tumbuh, ketahanan energi bisa terjaga dan seterusnya,” kata Riefky di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Advertisement
Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.