Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

2.238 Mitra Pengemudi Grab Ikuti Edukasi Perawatan Luka, Raih Rekor MURI

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 22:38 WIB | Oleh:
2.238 Mitra Pengemudi Grab Ikuti Edukasi Perawatan Luka, Raih Rekor MURI Doc: Grab Indonesia
Ket. Antusiasme Mitra Pengemudi roda dua Grab di Surabaya saat mengikuti pelatihan keselamatan berkendara. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi “First Aid On The Go” antara Grab dan Hansaplast yang mencakup edukasi mengenai pertolongan pertama dan perawatan luka bagi Mitra Pengemudi saat beraktivitas di jalan.

JAKARTA — Sebanyak 2.238 mitra pengemudi Grab mengikuti rangkaian edukasi pertolongan pertama dan perawatan luka yang digelar Hansaplast dan Grab Indonesia di 10 kota di Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye First Aid On The Go yang diluncurkan pada Juni 2026.

Rangkaian edukasi berlangsung di Jakarta, Depok, Balikpapan, Makassar, Manado, Medan, Palembang, Solo, Surabaya, dan Yogyakarta. Program tersebut kemudian mendapat penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Edukasi Pelatihan Perawatan Luka Secara Seri Kepada Mitra Pengemudi Online dengan Jumlah Peserta Terbanyak.” Penghargaan MURI tersebut diserahkan pada 12 September 2026.

Dalam kegiatan yang digelar secara seri tersebut, para mitra pengemudi mendapatkan pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama dan langkah-langkah perawatan luka ringan yang dapat dilakukan ketika mengalami cedera saat beraktivitas di jalan.

Materi edukasi disesuaikan dengan mobilitas mitra pengemudi yang sebagian besar aktivitasnya berlangsung di jalan. Selain untuk menangani luka yang dialami sendiri, pengetahuan tersebut juga dapat digunakan ketika mereka perlu memberikan bantuan awal kepada pengguna jalan lain.

Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, mengatakan aspek keselamatan menjadi salah satu perhatian dalam aktivitas mitra pengemudi, mengingat tingginya mobilitas mereka.

“Keselamatan Mitra Pengemudi selalu menjadi fokus utama Grab, terlebih karena aktivitas mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan banyak dilakukan di jalan,” kata Roy melalui keterangannya, Kamis (17/9).

Menurut dia, mitra pengemudi juga dapat berada dalam situasi ketika harus membantu pengguna jalan lain yang mengalami masalah atau membutuhkan pertolongan. Karena itu, menurut Roy, pengetahuan mengenai perawatan luka dapat digunakan tidak hanya untuk menangani luka yang dialami sendiri, tetapi juga ketika memberikan bantuan awal kepada orang lain.

Tiga Langkah Perawatan Luka

Dalam program tersebut, materi edukasi 1-2-3 Siap Rawat Luka memperkenalkan tiga tahapan dasar perawatan luka, yakni membersihkan, melindungi, dan menyembuhkan.

Tahap pertama dilakukan dengan membersihkan luka menggunakan cairan antiseptik khusus luka. Setelah itu, luka dilindungi menggunakan plester untuk membantu menjaga area yang terluka. Tahap berikutnya adalah merawat luka dengan salep untuk mendukung proses penyembuhan.

Edukasi tersebut diarahkan pada penanganan awal terhadap luka ringan yang dapat terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama diharapkan membantu seseorang mengambil langkah yang tepat sebelum mendapatkan penanganan medis apabila kondisi luka membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Business Unit Health Care Director PT Beiersdorf Indonesia, Vivilya Lukman, mengatakan edukasi pertolongan pertama menjadi bagian dari upaya Hansaplast memperluas pemahaman masyarakat mengenai perawatan luka.

“Sebagai brand perawatan luka nomor satu di Indonesia, Hansaplast percaya bahwa edukasi tentang pertolongan pertama sama pentingnya dengan menghadirkan produk yang dapat diandalkan ketika dibutuhkan,” ujar Vivilya.

Menurut dia, kerja sama dengan Grab memungkinkan edukasi tersebut menjangkau kelompok dengan mobilitas tinggi, termasuk para mitra pengemudi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...

Masa depan Magneto dalam Jagat X-Men MCU Terancam?

42 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Masa depan Magneto dalam Ja...

Perempuan Lansia Meninggal setelah Terjebak Karhutla dl Ponorogo

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Perempuan Lansia Meninggal ...
Nasional
Transfer Tunai Langsung Aka...
Ekonomi
ICOMEX Hadapi Tantangan Men...
Advertisement
KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.