KUR Didorong Perkuat UMKM agar Naik Kelas
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiAkses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting agar pengusaha dapat mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan menciptakan lapangan kerja.
JAKARTA - Akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu diperkuat agar pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja.
Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendorong kemudahan, transparansi, dan ketepatan sasaran dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pengusaha muda serta UMKM di seluruh Indonesia.
Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo mengatakan akses pembiayaan merupakan salah satu faktor penting untuk mengembangkan usaha.
"HIPMI menilai akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting agar pengusaha dapat mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan menciptakan lapangan kerja," kata Ade, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Selasa (15/9).
Menurut Ade, KUR merupakan instrumen strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan. Karena itu, implementasinya perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas dirasakan pelaku usaha yang memiliki potensi untuk berkembang.
Ia menilai KUR harus menjadi salah satu tangga bagi pengusaha untuk naik kelas. Banyak pengusaha muda telah memiliki usaha dan pasar yang berkembang, tetapi membutuhkan pembiayaan untuk memperbesar kapasitas.
"Ketika usahanya tumbuh, lapangan kerja yang mereka ciptakan juga akan semakin besar," ujarnya.
Ade mengatakan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan tetap penting. Namun, pelaku usaha juga membutuhkan informasi mengenai persyaratan, proses, dan mekanisme KUR yang mudah dipahami.
HIPMI menyiapkan kanal aspirasi dan pendampingan KUR melalui jaringan di berbagai daerah. Kanal tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha menyampaikan pengalaman, masukan, dan kendala dalam mengakses pembiayaan.
"HIPMI memiliki jaringan pengusaha sampai ke daerah. Kami ingin mendengar langsung apa yang mereka alami ketika mengakses pembiayaan. Kalau persoalannya kesiapan usaha atau administrasi, kita bantu arahkan," tuturnya.
Pertumbuhan Usaha
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR Hendry Munief mendorong reformasi pengelolaan KUR agar keberhasilan program tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran, tetapi juga dampaknya terhadap pertumbuhan usaha penerima pembiayaan.
"Jangan mengukur keberhasilan KUR dari meja bank. Ukur dari meja pelaku usaha," ujar Hendry.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!