Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Akui Punya Senjata di Orbit, Tiongkok dan Russia Peringatkan Ancaman Perang Antariksa

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 03:01 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sementara itu, Russia "memandang ruang angkasa sebagai domain peperangan dan meyakini supremasi ruang angkasa akan menjadi faktor penentu dalam konflik pada masa depan", menurut Angkatan Antariksa AS.

Militerisasi ruang angkasa sebenarnya sudah berlangsung sejak era perlombaan antariksa. Tidak lama setelah Uni Soviet meluncurkan Sputnik sebagai wahana pertama yang mengorbit Bumi pada 1957, Washington dan Moskow mulai mengeksplorasi berbagai cara untuk mempersenjatai sekaligus menghancurkan satelit.

India pada Maret 2019 juga menyatakan telah menghancurkan satelit di orbit rendah melalui uji coba rudal. Langkah tersebut menyusul Russia, Tiongkok, dan AS, sekaligus menunjukkan bahwa India termasuk salah satu kekuatan antariksa paling maju di dunia.

Bagaimana kemungkinan respons Tiongkok?

Song Zhongping, pengamat militer independen yang berbasis di Hong Kong dan mantan instruktur militer Tiongkok, mengatakan kepada AFP bahwa pengumuman AS tersebut "sama sekali bukan kejutan".

Menurut dia, kepemilikan senjata semacam itu oleh AS "sudah lama menjadi rahasia umum".

"Satu-satunya perbedaan adalah sebelumnya AS sengaja membuatnya ambigu, sedangkan sekarang mereka mengungkapkannya secara terbuka. Ini menunjukkan Washington tidak lagi berusaha menyembunyikannya," katanya.

"Tiongkok tidak akan tinggal diam dan tidak melakukan apa-apa," ujarnya, seraya mencatat bahwa Beijing telah memiliki stasiun luar angkasa sendiri yang mengorbit Bumi.

Menurut dia, keputusan Tiongkok untuk menempatkan senjata di ruang angkasa sepenuhnya bergantung pada apakah Amerika Serikat mengambil langkah serupa.

The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa Beijing memasok Iran dengan citra satelit yang memungkinkan Teheran menargetkan fasilitas militer secara presisi dan menewaskan personel militer AS di Yordania pada Juli. Namun, Tiongkok membantah klaim tersebut.

Bisakah senjata di ruang angkasa diatur?

Kekhawatiran terbesar sebelumnya berkaitan dengan senjata nuklir di ruang angkasa. Namun, negara-negara adidaya dan negara lainnya menandatangani Outer Space Treaty pada 1967 yang melarang penempatan senjata pemusnah massal di orbit.

Sejak saat itu, Russia, AS, Tiongkok, dan India telah mengeksplorasi berbagai cara untuk melakukan peperangan di ruang angkasa di luar ketentuan perjanjian tersebut, termasuk dengan menargetkan satelit negara lain yang menjadi bagian penting dari komunikasi militer, pengawasan, dan navigasi.

"Terjadi kekosongan regulasi karena Pasal 4 perjanjian 1967 hanya melarang senjata pemusnah massal dan senjata nuklir di orbit," kata pakar hukum ruang angkasa Laetitia Cesari.

Ia mengatakan isu tersebut kemungkinan akan masuk dalam agenda pertemuan perlucutan senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya pada November.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
Luar Negeri
AS Akui Telah Kerahkan Senj...
Luar Negeri
PBB Serukan Tindakan Mendes...
Megapolitan
Korban Pungli Diganti Dua K...
Advertisement
BI: Rupiah Makin Mendunia Berkat QRIS Antarnegara

BI: Rupiah Makin Mendunia Berkat QRIS Antarnegara

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.