Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Akui Punya Senjata di Orbit, Tiongkok dan Russia Peringatkan Ancaman Perang Antariksa

3 Rabu, 16 Sep 2026, 03:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Akui Punya Senjata di Orbit, Tiongkok dan Russia Peringatkan Ancaman Perang Antariksa AS Akui Punya Senjata di Orbit, Tiongkok dan Russia Peringatkan Ancaman Perang Antariksa Doc: AFP
Ket. Foto selebaran yang disediakan NASA ini memperlihatkan pemandangan Bumi yang diambil oleh astronaut NASA sekaligus komandan Artemis II Reid Wiseman dari salah satu dari empat jendela utama wahana antariksa Orion setelah menyelesaikan manuver translunar injection burn pada 2 April 2026.

Paris - Tiongkok pada Selasa (15/9) memperingatkan agar ruang angkasa tidak diubah menjadi "medan perang", sementara Russia menyerukan agar ruang angkasa tetap "bebas dari senjata" setelah Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa mereka telah menempatkan persenjataan di orbit Bumi.

Sejumlah analis mengatakan pengungkapan Washington tersebut sebenarnya mengonfirmasi sesuatu yang selama ini menjadi rahasia umum. Namun, waktu pengumuman itu dinilai berisiko memperburuk ketegangan dengan Beijing sekaligus meningkatkan ancaman perlombaan senjata di ruang angkasa.

Pengumuman tersebut menandai babak baru dalam persaingan negara-negara besar untuk mengembangkan kemampuan militer di ruang angkasa. Persaingan itu didorong oleh kemajuan teknologi yang pesat, tetapi belum diimbangi kerangka hukum yang komprehensif.

"Angkatan Antariksa AS memiliki senjata pengendali ruang angkasa di orbit yang mampu melindungi pasukan gabungan dari tindakan bermusuhan pihak lawan," kata juru bicara Angkatan Antariksa AS dalam sebuah pernyataan tanpa merinci jenis persenjataan yang dimaksud.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menentang langkah tersebut dan memperingatkan bahaya "persenjataan ruang angkasa, mengubahnya menjadi medan perang, serta perlombaan senjata di sana".

"Kami mendesak pihak AS untuk berhenti memperluas kemampuan militernya dan mempersiapkan perang di ruang angkasa," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun dalam konferensi pers.

Russia pada Selasa juga menyerukan agar ruang angkasa tetap "bebas dari senjata apa pun".

"Kami mengandalkan konsolidasi internasional yang luas untuk terus bekerja menuju demiliterisasi ruang angkasa secara menyeluruh," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Apa kemampuan AS di ruang angkasa?

Pernyataan AS tidak memberikan rincian konkret mengenai jenis senjata yang telah ditempatkan di ruang angkasa maupun jumlahnya.

"Pengendalian ruang angkasa mencakup bidang-bidang misi yang diperlukan untuk menghadapi dan mengendalikan domain ruang angkasa, dengan menggunakan sarana kinetik dan nonkinetik untuk memengaruhi kemampuan pihak lawan," demikian pernyataan tersebut.

Pernyataan itu menambahkan bahwa kemampuan tersebut dapat digunakan untuk tujuan ofensif maupun defensif.

Sarana nonkinetik dapat mencakup penggunaan laser untuk membutakan satelit, atau bahkan gangguan elektromagnetik maupun siber terhadap jalur komunikasi data satelit.

Mengapa AS ingin memiliki senjata di ruang angkasa?

Bagi Washington, Tiongkok dan Russia sebagai dua rival geopolitik utamanya berpotensi mengancam kepentingan AS di ruang angkasa.

Menurut Angkatan Antariksa AS, Tiongkok "mengembangkan dan mengoperasikan kemampuan ruang angkasa dan antiruang angkasa sebagai bagian dari strategi modernisasi militernya".

Sementara itu, Russia "memandang ruang angkasa sebagai domain peperangan dan meyakini supremasi ruang angkasa akan menjadi faktor penentu dalam konflik pada masa depan", menurut Angkatan Antariksa AS.

Militerisasi ruang angkasa sebenarnya sudah berlangsung sejak era perlombaan antariksa. Tidak lama setelah Uni Soviet meluncurkan Sputnik sebagai wahana pertama yang mengorbit Bumi pada 1957, Washington dan Moskow mulai mengeksplorasi berbagai cara untuk mempersenjatai sekaligus menghancurkan satelit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.