Ye Live in Jakarta 2026, Pemprov DKI Siapkan Transportasi hingga Pengamanan
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 19:25 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohSementara itu, Marketing and Communications Lead Rawvision Collective Karen Chahya mengatakan antusiasme terhadap Ye Live in Jakarta 2026 sudah terlihat sejak penjualan tiket dibuka. Dalam 24 jam pertama, sebanyak 52,8 persen pembelian tiket tercatat berasal dari penggemar yang berada di 73 negara.
Lebih dari 15.000 wisatawan mancanegara diproyeksikan datang ke Jakarta untuk menyaksikan konser tersebut. Mereka antara lain berasal dari Australia, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Thailand, Hong Kong, Jepang, Inggris, Jerman, Vietnam, dan Selandia Baru.
Kedatangan wisatawan mancanegara tersebut dinilai berpotensi menggerakkan berbagai sektor ekonomi lokal. Dampaknya diperkirakan mencakup akomodasi, transportasi, kuliner, pusat perbelanjaan, hingga kunjungan ke destinasi wisata.
"Ketika musik menjadi alasan orang datang, kehadiran mereka kemudian ikut menggerakkan ekosistem pariwisata dan ekonomi lokal. Di situlah kami melihat potensi music tourism," kata Karen.
Ye Live in Jakarta 2026 juga akan menghadirkan panggung 360 derajat bertajuk The Vultures Global Stage. Konsep tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman menonton yang berbeda bagi penonton dari berbagai kategori.
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana turut mengapresiasi pihak-pihak yang mendukung penyelenggaraan konser tersebut. Ia menilai konser berskala internasional dapat memberikan dampak ekonomi luas melalui berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Event seperti ini dipercaya mampu mengaktifkan rantai ekonomi ekosistem pariwisata kita. Dampak ekonomi bisa kita lihat dari nilai pembelian tiket, penyewaan sarana dan prasarana tempat konser, aktivitas produksi oleh vendor dan pelaku industri konser musik, kuliner, hingga menciptakan lapangan kerja," jelas Widiyanti.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Kementerian Pariwisata telah mendukung 105 kegiatan melalui program Event by Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 6,47 juta pengunjung, 11.000 UMKM, dan 184.000 pekerja seni serta komunitas.
Berdasarkan kajian dampak, berbagai kegiatan tersebut diperkirakan menghasilkan perputaran uang hingga Rp1,09 triliun. Menurut Widiyanti, angka tersebut menunjukkan bahwa konser dan kegiatan internasional dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih luas dibandingkan kegiatan utamanya.
"Hal ini menegaskan bahwa penyelenggaraan konser berskala internasional berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi yang melampaui acara itu sendiri," pungkas Widiyanti.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!