Antisipasi Karhutla Lereng Gunung Lawu, 276 Personel Gabungan Disiagakan
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 19:27 WIB | Oleh: AlfredMAGETAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mengerahkan 276 personel gabungan untuk membuat sekat bakar (ilaran) sepanjang 1,5 kilometer guna mengisolasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu.
"Secara visual dari bawah, asap kebakaran di lereng Lawu yang terjadi Senin (14/9) kemarin memang sudah tidak terlihat. Tetapi ketika tim naik ke atas ternyata masih ada titik api. Maka teman-teman gabungan lalu melakukan upaya pemadaman, meski ada juga yang memang tidak terjangkau. Selain itu tim gabungan tadi juga membuat ilaran, agar api tidak menyebar," kata Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo di Magetan, Selasa (15/9).
Menurutnya, ada 276 personel gabungan dilibatkan dalam penanganan kebakaran di lereng Lawu tersebut. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, Tagana, relawan, LMDH, hingga masyarakat desa sekitar.
Meski kondisi kawasan di sisi Magetan pada hari Selasa telah kembali normal, kata dia, namun personel tetap disiagakan untuk memastikan api tidak kembali masuk dan menjalar di wilayah Magetan.
"Kalau untuk area Magetan sudah normal. Ada satu titik yang dimungkinkan di wilayah Ngawi, tetapi kami masih standby semua untuk memastikan tidak ada hambatan kembali ke area Magetan," katanya.
Adapun ilaran yang dibuat mencapai sekitar 1,5 kilometer. Pembuatan sekat bakar juga dilakukan di wilayah Campurejo masuk Kabupaten Ngawi, untuk mengisolasi titik api di kawasan perbatasan agar tidak semakin meluas.
Salah satu kendala penanganan, lanjutnya, adalah keberadaan titik api di wilayah yang sulit dijangkau personel maupun peralatan. Selain itu kondisi angin yang cukup kencang juga menjadi faktor yang harus diantisipasi petugas karena dapat mempengaruhi arah dan kecepatan penjalaran api.
Eka menambahkan belum diketahui luasan pasti kawasan yang terbakar selama dua hari terakhir, sebab masih belum dapat ditetapkan. BPBD bersama Perhutani masih melakukan pendataan untuk memastikan luas area yang terdampak.
Selain itu posko karhutla di Kantor Desa Ngliliran juga masih disiagakan sebagai lokasi koordinasi petugas dalam menghadapi potensi kebakaran di kawasan lereng Lawu yang masih mungkin terjadi.
BPBD Magetan juga mengimbau masyarakat di tepian hutan untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak menyalakan api di kawasan yang memiliki banyak vegetasi kering dan mudah terbakar dan memicu karhutla lebih luas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!