Utang Luar Negeri Jatuh Tempo Lebih Cepat, Tekanan Ekonomi Menguat
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 10:10 WIB | Oleh: Tim PenulisYusuf menambahkan, data SULNI Juli 2026 yang dirilis pada Selasa (15/9) juga menjadi penting untuk melihat apakah kenaikan porsi utang jangka pendek pada triwulan II berlanjut. Ia mengingatkan yang perlu dipantau bukan hanya total ULN, tetapi juga tenor, komposisi mata uang, kebutuhan rollover, kepemilikan asing pada instrumen jangka pendek, dan perkembangan cadangan devisa.
“Saat ini belum ada alasan membunyikan alarm solvabilitas, tetapi kewaspadaan terhadap risiko refinancing dan tekanan kurs memang perlu ditingkatkan,” kata Yusuf.
Sebagai informasi, berdasarkan data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Agustus 2026, posisi ULN dengan jangka waktu sisa kurang dari atau sama dengan satu tahun mencapai 105,95 miliar dolar AS pada Juni 2026.
Total ULN Indonesia pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 453,4 miliar dolar AS, tumbuh 4,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). ULN Indonesia didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 82,1 persen dari total ULN.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!