Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentan Tegaskan Pemerintah akan Tindak Pelaku Pemalsu Beras Fortifikasi

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 18:30 WIB | Oleh:
Mentan Tegaskan Pemerintah akan Tindak Pelaku Pemalsu Beras Fortifikasi Doc: Bakom RI
Ket. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah)

JAKARTA - Pemerintah akan menindak pelaku yang diduga memalsukan beras fortifikasi, yakni beras yang diperkaya zat gizi khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna mencegah stunting. Sikap tegas tersebut setelah pemerintah menemukan 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi kandungan gizi sesuai klaim pada kemasan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah akan bekerja sama dengan Polri untuk mengusut kasus tersebut termasuk mendalami unsur pidananya. Pemerintah akan memproses pihak-pihak yang diduga terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Kita akan proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini harus kita tindaki," kata Menteri Amran seperti dalam keterangan tertulis dari Bakom RI, Selasa (15/9).

Menteri Amran mengatakan pemerintah akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan menarik produk dari peredaran, mencabut izin. Ia menyebut pemalsuan beras membuat masyarakat menjadi susah.

"Ini menyusahkan konsumen kita. Ini penipuan," kata Menteri Amran.

Menteri Amran mengungkap, pelaku menjual beras dengan harga yang tidak wajar. Berdasarkan temuan pemerintah, beras fortifikasi yang diduga palsu tersebut rata-rata dijual seharga Rp23.385 per kilogram (kg), bahkan ada yang mencapai Rp57.600 per kg.

Beras fortifikasi semestinya dijual seharga Rp13.500 per. Masyarakat dirugikan karena harus membeli dengan harga mahal tetapi tidak mendapatkan kandungan gizi yang semestinya.

Selain itu, dugaan praktik tersebut dapat menghambat upaya pemerintah menekan angka stunting atau gizi buruk. Pemerintah sedang gencar mengatasi stunting dengan memenuhi gizi pada ibu hamil dan anak.

"Karena masyarakat harus membeli beras dengan klaim bergizi namun dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan beras medium maupun premium. Tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat karena konsumen tidak memperoleh kandungan gizi sebagaimana dijanjikan," kata dia.

Menteri Amran mengatakan dugaan praktik markup tersebut diperkirakan merugikan konsumen hingga Rp89 triliun. Perhitungan tersebut didasarkan pada selisih antara harga jual rata-rata beras fortifikasi dan harga jual, kemudian dikalikan dengan konsumsi beras fortifikasi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi beras fortifikasi sebesar 9,2 juta ton. Praktik jual beras palsu fortifikasi menekan perekonomian masyarakat.

"Ini keuntungan ditarik dari orang kecil. Ini bisa menekan ekonomi kita," kata Amran.

Adapun merek-merek yang diduga melakukan pelanggaran tersebut meliputi WFO, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV. Selanjutnya IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, TAR, dan CMS.

Menteri Amran menjelaskan temuan tersebut merupakan hasil pengawasan pasar yang dilakukan pemerintah terhadap produk beras yang beredar di masyarakat. Termasuk beras fortifikasi dan beras dengan klaim diperkaya zat gizi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Olahraga
Singapura Bersiap Jadi Pang...
Olahraga
Rybakina Mundur dari Wuhan ...
Advertisement
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.