Arungi Laut dengan Perahu Layar Sangiang dan Eksotisme Savana Tambora lewat 'Sport Tourism' Gerakkan Ekowisata Alam
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 19:49 WIB | Oleh: OpikGeliat perlombaan ini pun terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi jauh sebelum perahu meluncur di garis start. Aktivitas tersebut memberi penghidupan bagi para pembuat perahu, pemasok bahan, hingga para pekerja. Ketika festival berlangsung, rezeki berlanjut ke para pedagang makanan, minuman, suvenir, pakaian, hingga penyedia jasa transportasi.
Dampak manis ini dirasakan langsung oleh Farida, seorang pelaku ekonomi kreatif di sekitar lokasi festival. Dagangannya laris manis jauh lebih cepat dibanding hari-hari biasa, sampai-sampai ia harus mendatangkan pasokan bahan baku tambahan dari Kota Bima.
“Sangat laku dan keuntungannya sampai berkali-kali lipat. Stok jualan saya beberapa kali sampai ludes,” tuturnya.
Tak hanya kuliner, UMKM pembuat kaus souvenir juga ketiban rezeki. Produk-produk mereka banyak diborong oleh para pengunjung sebagai kenang-kenangan.
Festival Sangiang Api sendiri pertama kali diinisiasi oleh para pemuda desa pada 2014 dan mulai digelar secara rutin sejak 2018. Kini, Pemerintah Kabupaten Bima terus mendorong pengembangannya agar festival ini dapat menembus jajaran agenda Kharisma Event Nusantara (KEN).
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhamad Akbar, menilai festival ini memiliki potensi yang lebih besar jika ke depannya dikembangkan secara terintegrasi dengan menghubungkan Sangiang ke destinasi unggulan lain, seperti Sape, Lambu, dan Sanggar.

Sejumlah peserta mengikuti pelepasan Tambora Jungle Run 2026 di kawasan Sanctuary Resort Doroncanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Minggu (30/8). Sekitar 500 pelari dari berbagai daerah mengikuti ajang lari lintas alam tersebut dengan kategori 40K Sea to Summit, 10K Savana Trail dan 5K Fun Trail untuk mengeksplorasi potensi wisata alam Gunung Tambora. {Antara/Ady Ardiansah}
Dari layar menuju jalur Tambora
Jika Sangiang mengandalkan tradisi bahari dan lanskap vulkanik sebagai pintu masuk wisata, Tambora menyuguhkan pesona alam melalui olahraga petualangan.
Pada 30 Agustus 2026, sekitar 500 pelari memadati kawasan Sanctuary Resort Doroncanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, untuk mengikuti Tambora Jungle Run 2026.
Peserta tersebar dalam tiga kategori: 40K Sea to Summit, 10K Savana Trail, dan 5K Fun Trail. Bupati Dompu, Bambang Firdaus, hadir melepas para pelari sekaligus turun langsung menjadi peserta di kategori 5K.
“Kami ingin memperlihatkan bahwa Dompu memiliki potensi wisata alam yang luar biasa. Melalui ajang olahraga ini, kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian Tambora,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!