Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dapur Gizi RSSA Malang Terbakar, Layanan Makanan Pasien Dialihkan ke Katering

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 06:40 WIB | Oleh:
Dapur Gizi RSSA Malang Terbakar, Layanan Makanan Pasien Dialihkan ke Katering Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, Kota Malang, Jawa Timur dr Mochamad Bachtiar Budianto memberikan keterangan saat konferensi pers di Gedung Manajemen Terpadu RSSA, Rabu (9/9) malam.

MALANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Saiful Anwar (RSSA) Malang mempercepat langkah pemulihan layanan konsumsi pasien usai ruang dapur gizi dan area laundry terbakar pada Rabu (9/9) sore.

Direktur RSSA Malang dr Mochamad Bachtiar Budianto saat sesi konferensi pers di Gedung Manajemen Terpadu (GMT) rumah sakit setempat, mengatakan, tahapan yang disiapkan tetap memperhatikan kesesuaian dengan regulasi berlaku.

"Tentu nanti terdapat sistem yang tidak melanggar aturan dalam rangka percepatan, akan ada pembangunan atau renovasi agar layanan makanan untuk pasien dapat normal kembali," kata Bachtiar.

Ia menyatakan, lantaran dapur gizi saat ini mengalami kerusakan hingga ke bagian atap akibat terbakar, maka seluruh layanan permakanan bagi pasien sementara waktu menggunakan katering.

Menurutnya, langkah yang diambil bersifat prioritas karena untuk menjamin kebutuhan gizi pasien tetap tercukupi.

Bachtiar menyampaikan penggunaan katering untuk makanan pasien rawat inap akan dilakukan selama satu minggu ke depan.

"Langkah shortcut yang tentu tidak melanggar aturan sudah kami siapkan dan tadi makanan sudah terpenuhi," ujarnya.

Selain ruang gizi, kebakaran di rumah sakit tersebut juga berdampak ke area ruang laundry.

Manajemen RSSA Malang memastikan bahwa lokasi terdampak sepenuhnya telah dilakukan pembatasan akses sehingga tak bisa lagi dijangkau sembarang orang. Terlebih kepolisian setempat sudah memasang police line.

Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSSA Malang Kurniawan Hary Putranto, menjelaskan, tahapan pemulihan ruangan terdampak kebakaran dibarengi asesmen kelayakan konstruksi bangunan.

"Saya rasa perbaikan yang memungkinkan sekitar dua bulan," katanya.

Kurniawan menyampaikan beberapa alat di ruang dapur gizi harus dilakukan rekondisi karena saat kebakaran terjadi kondisinya sempat tertimpa reruntuhan genting bangunan.

"Butuh waktu melakukan kredensialisasi dan sertifikasi ulang untuk kelayakan," ucapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan dr Syaifullah Asmiragani, menjelaskan, ketika kepulan asap muncul pihaknya langsung mengaktifkan kode merah atau tanda kedaruratan, dengan situasi itu tim medis mengevakuasi pasien anak yang lokasi perawatannya berada di sekitar area terdampak untuk mencegah paparan karbon monoksida.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Wamenkes Tegaskan Influenza A Tidak Berbahaya

17 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Wamenkes Tegaskan Influenza...

Janice Tjen Melaju ke Babak Kedua China Open 2026

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Melaju ke Babak...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.