Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Minta Warga Waspadai Gelombang Tinggi di Baubau dan Wakaotbi

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 09:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Minta Warga Waspadai Gelombang Tinggi di Baubau dan Wakaotbi Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi: Gelombang di Perairan Sulawesi Tenggara.

KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari mengimbau warga dan pengguna jasa transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di wilayah Perairan Baubau dan Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), selama tiga hari ke depan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Syamsuddin Jufri saat dihubungi di Kendari, Minggu (13/9), menyampaikan peringatan dini gelombang tinggi dengan ketinggian berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter ini berlaku mulai 13 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga 16 September 2026 pukul 08.00 WITA.

"Hasil analisis analisis kondisi sinoptik menunjukkan pola angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot," kata Syamsuddin Jufri.

Dia menyebutkan kecepatan angin tertinggi yang berpotensi memicu gelombang tinggi diperkirakan mencapai 25 knot atau 6 Skala Beaufort, khususnya di Perairan Baubau, Perairan Wakatobi bagian timur, serta Laut Banda timur Wakatobi.

"Selain wilayah Baubau dan Wakatobi (bagian timur maupun barat), potensi gelombang sedang hingga tinggi tersebut juga berpeluang terjadi di Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Buton, Laut Flores Selatan Buton, serta Laut Banda Timur Wawonii," ujarnya.

Terkait kondisi maritim tersebut, pihaknya mengingatkan adanya risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi para nelayan tradisional dan operator kapal kecil.

"Risiko terhadap keselamatan pelayaran sangat tinggi bagi perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sedangkan untuk kapal tongkang, risiko terjadi apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter," sebut Syamsuddin Jufri.

Oleh karena itu BMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, serta penyedia jasa pelayaran di perairan Baubau, Wakatobi, dan sekitarnya untuk tetap mengutamakan keselamatan dan selalu memantau pembaruan informasi cuaca maritim resmi dari BMKG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Luar Negeri
Mengenaskan! Parade Kereta ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.