Obat Penurun Berat Badan yang Dijuluki 'Godzilla' Tunjukkan Manfaat untuk Gula Darah
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 00:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMILAN - Obat penurun berat badan retatrutide menunjukkan hasil menjanjikan dalam membantu menurunkan berat badan sekaligus memperbaiki kadar gula darah dan sejumlah faktor risiko kardiometabolik.
Namun, obat yang mendapat julukan “Godzilla” tersebut hingga kini belum disetujui oleh badan regulator mana pun.
Hasil tersebut berasal dari uji klinis fase 3 yang melibatkan 2.047 orang dewasa dengan obesitas atau kelebihan berat badan dan diabetes tipe 2 di delapan negara. Penelitian berlangsung selama 80 minggu dan didanai oleh produsen retatrutide, Eli Lilly.
Studi tersebut diterbitkan di jurnal medis The Lancet dan dipresentasikan dalam pertemuan tahunan European Association for the Study of Diabetes di Milan, Italia.
Retatrutide bekerja dengan meniru tiga hormon usus sekaligus, yakni GLP-1, GIP dan glukagon. Mekanisme ini membedakannya dari sejumlah obat penurun berat badan yang telah lebih dulu dikenal.
GLP-1 membantu mengendalikan nafsu makan dan kadar gula darah, sementara GIP turut berperan dalam pengaturan gula darah. Retatrutide juga mengaktifkan reseptor glukagon yang berkaitan dengan peningkatan pengeluaran energi.
Dalam penelitian tersebut, peserta yang mendapat retatrutide mengalami penurunan berat badan yang lebih besar dibandingkan kelompok plasebo.
Peserta yang menerima dosis 4 mg mengalami penurunan berat badan rata-rata 11,9 persen. Angkanya meningkat menjadi 16,8 persen pada dosis 9 mg dan 18,8 persen pada dosis 12 mg. Sementara kelompok plasebo mengalami penurunan rata-rata 5,1 persen.
Pada kelompok dosis 12 mg, hampir setengah peserta atau 47 persen berhasil menurunkan berat badan sedikitnya 20 persen dari berat awal. Sebanyak 31 persen bahkan mengalami penurunan minimal 25 persen.
Manfaat retatrutide juga terlihat pada pengendalian gula darah. Sebanyak 72 persen peserta yang menerima dosis 12 mg mencapai kadar HbA1c 6,5 persen atau lebih rendah, dibandingkan 29 persen pada kelompok plasebo.
Para peneliti mengatakan hasil tersebut menunjukkan manfaat retatrutide yang tidak hanya berkaitan dengan penurunan berat badan.
“Retatrutide menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan bersamaan dengan pengendalian glikemik dan faktor risiko kardiometabolik,” tulis para peneliti.
Peneliti juga melaporkan adanya perbaikan pada sejumlah faktor risiko kardiometabolik, termasuk tekanan darah dan profil lipid. Retatrutide juga dikaitkan dengan penurunan kadar high-sensitivity C-reactive protein (hsCRP), salah satu penanda peradangan dalam tubuh.
Meski demikian, obat tersebut juga menimbulkan sejumlah efek samping. Gangguan pencernaan menjadi keluhan yang paling sering dilaporkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!