Sepuluh Tahun Berlalu, Cinta dan Rangga Kembali Lewat Film Pendek
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 23:50 WIB | Oleh: Haryo BronoMemasak sebagai Bentuk Perhatian
Dalam film Bahasa Cinta yang Beda, omlet menjadi salah satu elemen yang menghubungkan gagasan tentang perhatian dengan aktivitas sehari-hari. Hidangan tersebut dipilih karena proses pembuatannya relatif sederhana, tetapi memungkinkan seseorang menunjukkan perhatian melalui berbagai detail.
Perhatian dapat terlihat dari keputusan meluangkan waktu untuk memasak, memahami selera orang yang akan menikmati makanan, hingga menentukan bahan, tingkat kematangan, dan cara penyajian.
Konsep tersebut kemudian dikaitkan dengan penggunaan Royco Bumbu Kaldu Rasa Ayam Kampung sebagai salah satu bahan dalam “Omelette Cinta”. Dalam konteks film, makanan tersebut menjadi representasi tindakan sederhana yang dilakukan untuk menjaga kedekatan dalam hubungan.
Pesan yang dibangun bukan semata-mata mengenai makanan, melainkan bagaimana aktivitas memasak dapat menjadi kesempatan untuk menciptakan waktu bersama. Proses memasak maupun menikmati makanan dapat menjadi ruang untuk berinteraksi ketika rutinitas sehari-hari membuat waktu bersama semakin terbatas.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi perubahan perspektif dari kisah AADC sebelumnya. Jika puisi menjadi salah satu simbol ekspresi cinta Cinta dan Rangga pada cerita terdahulu, film pendek ini menggunakan tindakan sehari-hari sebagai medium untuk memperlihatkan perhatian.
Mempertahankan Karakter Lama dengan Cerita Baru
Sutradara Teddy Soeria Atmadja mengatakan bahwa salah satu tantangan dalam produksi film pendek tersebut adalah mempertahankan karakter dan dinamika Cinta-Rangga yang sudah dikenal penonton, sekaligus menempatkan keduanya dalam fase kehidupan yang lebih matang.
“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mempertahankan karakter dan dinamika Cinta-Rangga yang sudah sangat familiar, namun menempatkan mereka dalam fase kehidupan yang lebih matang,” ucap Teddy.
Ia menegaskan bahwa film pendek tersebut tidak dimaksudkan untuk mengulang romantisme AADC sebelumnya. Cerita justru mengeksplorasi perubahan cara seseorang mengekspresikan cinta seiring berjalannya hubungan.
“Film pendek ini bukan mengulang romantisme AADC yang lalu, melainkan mengeksplorasi betapa cinta dan cara mengekspresikannya ikut berubah seiring perjalanan sebuah hubungan,” ujarnya.
Menurut Teddy, cerita dibangun melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan itu sekaligus dimaksudkan untuk mempertahankan unsur nostalgia bagi penggemar AADC sekaligus memberikan perspektif yang lebih relevan dengan dinamika hubungan masa kini.
Film Tayang 14 September
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!