Kabupaten Bandung Waspada Karhutla, 180 Kebakaran Lahan Tercatat hingga Agustus 2026
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 16:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Bandung - Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul tingginya kejadian kebakaran semak belukar dan lahan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering.
"Saya imbau kepada seluruh warga, tolong waspada dalam kondisi cuaca yang tidak tentu saat ini. Kadang cuaca hujan, kadang juga musim kemarau," ujar Dadang di Bandung, Jumat (11/9).
Menurut dia, kondisi lahan yang kering dapat membuat api lebih mudah menjalar sehingga upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Kita harus sama-sama waspada, terutama ketika kondisi kemarau. Jangan sampai ada aktivitas yang kemudian memicu kebakaran," katanya.
Dadang secara khusus mengingatkan warga agar tidak membakar sampah secara sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar, seperti semak belukar dan lahan terbuka.
"Kami mengimbau jangan bakar sampah dan puntung rokok sembarangan, jangan seenaknya membuang apa yang bisa terkena atau menyebabkan kebakaran dan sebagainya," ujarnya.
Ia menegaskan pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran. Masyarakat juga memiliki peran penting, terutama dalam mencegah aktivitas yang berisiko menimbulkan api serta melaporkan kejadian sedini mungkin.
"Kami tentu berharap masyarakat ikut membantu. Kalau melihat ada titik api atau kejadian kebakaran, segera laporkan supaya bisa cepat ditangani," katanya.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bandung, tercatat 468 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, kebakaran semak belukar dan lahan menjadi objek yang paling banyak terbakar, yakni 180 kejadian atau sekitar 38,4 persen.
Kebakaran rumah tinggal menjadi objek terbanyak berikutnya dengan 143 kejadian atau sekitar 30,5 persen. Selanjutnya, tercatat 78 kejadian kebakaran lainnya, 25 kejadian pada gudang, 14 kejadian pada pabrik, dan sembilan kejadian pada bangunan wisata.
Tingginya kejadian kebakaran juga terlihat pada pertengahan tahun. Disdamkarmat mencatat 135 kejadian pada Juli dan 134 kejadian pada Agustus 2026. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya risiko kebakaran ketika memasuki periode yang lebih kering.
Selain kondisi lingkungan, aktivitas manusia juga menjadi perhatian. Data Disdamkarmat menunjukkan pembakaran sampah menjadi salah satu dugaan penyebab kebakaran terbanyak, yakni 85 kasus atau 18,2 persen dari kejadian di wilayah manajemen kebakaran Kabupaten Bandung. Penyebab terbanyak lainnya adalah korsleting listrik dengan 98 kasus atau 20,9 persen.
Karena itu, Pemkab Bandung mengajak masyarakat tidak hanya meningkatkan kewaspadaan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga melakukan pencegahan sejak dini. Pemeriksaan instalasi listrik, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di area kering menjadi langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!