Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Persaingan Global, RI Gandeng Tiongkok Asah Negosiator Ekonomi Internasional

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 20:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Persaingan Global, RI Gandeng Tiongkok Asah Negosiator Ekonomi Internasional Doc: ANTARA FOTO/ M RISYAL HIDAYAT.
Ket. Ilustrasi-Pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

JAKARTA – Negosiasi di bidang ekonomi internasional menjadi instrumen penting bagi negara untuk memperjuangkan kepentingan nasional di tengah persaingan perdagangan dan investasi global.

Melalui perundingan, negara dapat membuka akses pasar, memperkuat kerja sama ekonomi, sekaligus mencari kesepakatan yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha domestik.

Karena itu, kemampuan membaca kepentingan mitra dan menyusun strategi negosiasi menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu memperoleh posisi yang lebih kuat dalam rantai ekonomi global.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Pemerintah Tiongkok menjalin kerja sama dalam memperkuat kapasitas aparatur negara dalam melakukan negosiasi di bidang ekonomi internasional.

Kemampuan negosiasi tersebut diarahkan guna memastikan kepentingan nasional terlindungi dalam berbagai kerja sama dengan mitra internasional.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/9), mengatakan kemampuan negosiasi menjadi penting seiring kebutuhan Indonesia untuk memperoleh investasi berkualitas, membuka akses pasar baru, memperkuat hilirisasi, dan mendorong alih teknologi melalui kerja sama internasional.

“Pelatihan ini kami siapkan agar para pegawai terbiasa berpikir non-business as usual, sehingga mampu menciptakan terobosan-terobosan untuk mempercepat program pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Susiwijono.

Kemampuan tersebut diperlukan dalam pelaksanaan tugas koordinasi Kemenko Perekonomian, khususnya dalam menyiapkan posisi runding, melaksanakan perundingan perjanjian kerja sama ekonomi internasional, hingga mengamankan kepentingan nasional dalam setiap kesepakatan.

Menurut Susiwijono, pola pikir yang tak terpaku pada cara-cara rutin diperlukan agar berbagai peluang kerja sama internasional dapat dikonversi menjadi komitmen dan hasil konkret bagi Indonesia.

“Di Tiongkok, negosiasi bukan semata teknik di meja perundingan, melainkan keterampilan budaya yang mengakar kuat dalam tradisi, sejarah, dan keterampilan fundamental,” imbuh Susiwijono.

Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui kerja sama Government-to-Government (G to G) antara Kemenko Perekonomian dan Kementerian Perdagangan Tiongkok (MOFCOM).

Sebanyak 32 pegawai Kemenko Perekonomian mengikuti program pelatihan selama 14 hari yang diselenggarakan oleh Academy for International Business Officials (AIBO) di Tiongkok.

Program tersebut merupakan hibah kerja sama bantuan teknis dan pengembangan kapasitas dari Pemerintah Tiongkok dalam kerangka kerja sama bilateral kedua negara.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan materi pelatihan disusun sesuai dengan kebutuhan aparatur yang terlibat dalam proses perundingan ekonomi internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

56 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.