Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wagub Rano Dorong Pelestarian Budaya Kampung Jakarta Lewat Buku Filosofi Orang Kampung

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 21:20 WIB | Oleh:
Wagub Rano Dorong Pelestarian Budaya Kampung Jakarta Lewat Buku Filosofi Orang Kampung Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong penguatan identitas dan ruang kebudayaan masyarakat di tengah perubahan Jakarta menjadi kota yang semakin modern. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui dukungan terhadap kegiatan literasi dan karya seni yang merekam kehidupan masyarakat Jakarta.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong penguatan identitas dan ruang kebudayaan masyarakat di tengah perubahan Jakarta menjadi kota yang semakin modern. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui dukungan terhadap kegiatan literasi dan karya seni yang merekam kehidupan masyarakat Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menghadiri peluncuran buku Filosofi Orang Kampung karya sastrawan sekaligus penulis naskah Harry Tjahjono. Acara tersebut berlangsung di Balai Sastra H.B. Jassin, Perpustakaan Jakarta, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

Rano menilai buku tersebut memiliki arti penting karena kembali mengangkat sejarah awal cerita Si Doel yang turut menjadi bagian dari perjalanan budaya populer masyarakat Jakarta. Menurutnya, karya Harry Tjahjono juga memperluas dunia cerita melalui kehadiran sejumlah karakter yang kemudian dikenal luas oleh masyarakat.

“Kehadiran buku karya sahabat saya ini sangat penting karena mempertemukan kembali gagasan awal cerita Si Doel yang dirintis almarhumah Ibu Ida Farida, serta memantik kembali penghargaan sejarah terhadap karya sastrawan besar Aman Datuk Madjoindo. Mas Harry Tjahjono inilah tokoh yang berhasil memperluas ekosistem cerita dengan menghadirkan karakter ikonis seperti Mandra, Atun, Karyo, hingga Pak Bendot sehingga atmosfer perkampungan terasa nyata,” tuturnya.

Menurut Rano, cerita Si Doel tidak hanya memiliki tempat dalam sejarah perfilman dan sinetron Indonesia. Cerita tersebut juga menjadi gambaran kehidupan masyarakat serta suasana perkampungan Jakarta pada masa tertentu yang hingga kini masih tersimpan dalam ingatan masyarakat.

Rano mengatakan dialog dan karakter dalam cerita Si Doel turut menjadi bagian dari memori masyarakat Jakarta. Ia bahkan mengaitkan perjalanan karakter tersebut dengan perjalanan hidupnya hingga dipercaya mengemban amanah di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Ucapan agar Si Doel menjadi gubernur itu sejatinya sudah dilontarkan mendiang Benyamin Sueb sejak film Si Rano karya Motinggo Busye pada 1973, yang kemudian mengalir alami ke dalam sinetron tanpa naskah formal. Takdir tersebut ternyata terwujud dalam perjalanan karier pengabdian saya di birokrasi, hingga kini diberi amanah memimpin di Balai Kota DKI Jakarta,” terangnya.

Rano menilai Filosofi Orang Kampung juga penting sebagai bentuk dokumentasi terhadap nilai-nilai kehidupan masyarakat yang semakin sulit ditemukan akibat perubahan Jakarta. Menurutnya, hubungan antarwarga, kondisi lingkungan, penggunaan dialek lokal, hingga kebiasaan sehari-hari merupakan kekayaan budaya yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda.

“Tontonan layar kaca saat ini kerap kehilangan keaslian nuansa kampung; banyak adegan menampilkan keseharian yang janggal dan terasing dari realitas warga kita yang bersahaja. Oleh sebab itu, kami mendorong Mas Harry agar terus berkarya menyusun ensiklopedia dan seri lanjutan, agar nilai-nilai luhur perkampungan tetap terdokumentasi rapi bagi generasi penerus,” urai Wagub Rano.

Pemprov DKI Jakarta juga menyatakan dukungan terhadap berbagai kegiatan literasi dan pelestarian budaya yang melibatkan pelaku seni maupun masyarakat. Dokumentasi tentang sejarah dan kehidupan kampung dinilai dapat membantu masyarakat memahami perjalanan budaya Jakarta sekaligus mempertahankan identitas kota di tengah perkembangannya sebagai kota global.

“Kami berharap forum ini memberikan kemaslahatan nyata, dan mari bersama-sama kita hidupkan kembali kearifan kampung melalui perspektif yang lebih berkemajuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Harry Tjahjono mengatakan buku Filosofi Orang Kampung berangkat dari kegelisahan terhadap keberadaan masyarakat Betawi di tengah perubahan Jakarta. Kondisi tersebut mendorongnya untuk terus berkarya meski harus menghadapi keterbatasan fisik setelah mengalami serangan strok.

Harry mengungkapkan dirinya tetap produktif dengan menyelesaikan dua buku baru dan menyiapkan pembaruan aransemen terhadap 30 karya musik tempo dulu. Rencana tersebut menjadi bagian dari upayanya untuk terus menjaga keberadaan karya dan nilai budaya Betawi agar tetap dikenal masyarakat.

“Karya ini lahir dari kekhawatiran kultural puluhan tahun silam agar masyarakat Betawi tidak terasing di tanah kelahirannya sendiri. Sehingga, kondisi kesehatan ini justru memberi motivasi dalam menghasilkan ragam novel, puisi, novelet, hingga puluhan lagu bertema Betawi. Lagu-lagu tersebut rencananya akan diproduksi ulang pada bulan Januari mendatang,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.