Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketika Budaya Populer Masuk ke Dunia Dessert Jakarta

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 14:30 WIB | Oleh:
Ketika Budaya Populer Masuk ke Dunia Dessert Jakarta Doc: Butter Baby
Ket. Para peserta Jakarta’s Dessert Run dalam Jakarta Dessert Week 2026. Acara ini memadukan dessert, dangdut, dan aktivitas komunitas, mencerminkan tren kuliner yang semakin mengutamakan pengalaman dan budaya populer.

JAKARTADessert semakin berkembang sebagai bagian dari pengalaman kuliner yang tidak hanya mengandalkan rasa. Dalam beberapa tahun terakhir, kreasi hidangan penutup di Jakarta semakin sering dikaitkan dengan cerita, visual, budaya populer, hingga aktivitas komunitas. Tren tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Jakarta Dessert Week (JDW) 2026 yang menjadikan dangdut sebagai tema utama.

Memasuki penyelenggaraan tahun kedelapan, Jakarta Dessert Week 2026 berlangsung pada 1–20 September 2026 dengan melibatkan pelaku industri dessert, restoran, kafe, pastry chef, dan komunitas kuliner di Jakarta. Tema dangdut digunakan untuk mempertemukan subsektor kuliner dengan musik serta ekspresi budaya lainnya.

Konsep tersebut menunjukkan perubahan cara dessert diposisikan dalam industri kuliner. Hidangan penutup tidak lagi sekadar menu setelah makan, melainkan dapat menjadi medium untuk menyampaikan identitas, cerita, dan pengalaman tertentu. Dalam konteks JDW 2026, karakter dangdut diterjemahkan ke dalam rasa, tekstur, tampilan, hingga cara konsumen menikmati sajian.

Kementerian Ekonomi Kreatif melihat pendekatan semacam ini sebagai bagian dari kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai bahwa keterhubungan antara kuliner dan subsektor kreatif lain dapat melahirkan pengalaman budaya baru sekaligus membuka peluang ekonomi.

Co-Founder Jakarta Dessert Week, Gupta Sitorus, juga menyebut pertemuan antara dangdut dan dessert sebagai bagian dari upaya memperkuat narasi soft power Indonesia. Menurutnya, musik, kuliner, fesyen, film, desain, dan ekspresi budaya lainnya dapat saling terhubung untuk menghasilkan bentuk kreativitas baru.

Di tengah pendekatan tersebut, Butter Baby menghadirkan Bintang Pantura Series sebagai menu khusus Jakarta Dessert Week 2026. Rangkaian ini tersedia pada 1–20 September 2026 di gerai Butter Baby Blok M dan Central Park.

Ada tiga varian dessert rings dalam seri tersebut, yakni Blue Mystique, Chocolate Galaxy, dan Mango Banana Cheesecake. Ketiganya dirancang dengan karakter rasa dan tekstur berbeda, sekaligus membawa interpretasi visual dan suasana yang dikaitkan dengan tema dangdut.

Blue Mystique menawarkan karakter yang lebih dramatis, sedangkan Chocolate Galaxy menonjolkan rasa cokelat yang lebih intens. Sementara itu, Mango Banana Cheesecake menggabungkan rasa buah tropis melalui mangga, pisang, dan cheesecake.

Penggunaan dangdut sebagai inspirasi kuliner memperlihatkan bagaimana budaya populer dapat menjadi sumber ide untuk menciptakan produk makanan yang memiliki narasi lebih luas. Bagi pelaku usaha kuliner, pendekatan semacam ini juga memungkinkan konsumen mendapatkan pengalaman yang tidak berhenti pada aktivitas makan.

Fenomena tersebut sejalan dengan arah Jakarta Dessert Week yang tahun ini tidak hanya menampilkan menu-menu khusus. Selain City Takeover, JDW 2026 memiliki sejumlah program lain, termasuk Dessert Markt, Industry & Media Gathering, serta Golden Swirl Awards.

Dessert sebagai Pengalaman Budaya

Penggabungan makanan dengan musik atau budaya populer bukan sekadar persoalan menciptakan menu yang terlihat menarik. Ada perubahan dalam cara konsumen berinteraksi dengan makanan. Sebuah hidangan dapat menjadi bagian dari pengalaman sosial, bahan percakapan, objek visual untuk media sosial, sekaligus representasi dari tren budaya tertentu.

Dalam konteks dessert, peluang tersebut semakin terbuka karena hidangan penutup memiliki ruang eksplorasi yang luas. Warna, bentuk, tekstur, aroma, teknik penyajian, dan kombinasi bahan dapat digunakan untuk menerjemahkan konsep yang sebenarnya berasal dari luar dunia kuliner.

Oleh karena itu, tema musik dapat diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat dilihat dan dirasakan. Dangdut, misalnya, tidak harus hadir dalam bentuk musik yang diputar di restoran. Karakternya dapat diterjemahkan melalui warna, nama menu, bahan, presentasi, hingga pengalaman yang dibangun di sekitar makanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemprov DKI Jadikan Perpust...
Ekonomi
Kobexindo Gelar Kobexindo T...
Megapolitan
Pria Ditemukan Meninggal di...
Luar Negeri
Defisit Anggaran Russia Mak...
Rona
Ketika Budaya Populer Masuk...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.