Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gibran Jenguk Korban Keracunan MBG, Kasus 361 Siswa di Karo Jadi Sorotan

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 23:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gibran Jenguk Korban Keracunan MBG, Kasus 361 Siswa di Karo Jadi Sorotan Doc: Antara
Ket. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka (tengah) didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengunjungi korban diduga keracunan MBG di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi, Sumatera Utara, Jumat (11/9).

Medan - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi sejumlah siswa yang masih menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (11/9).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para siswa memperoleh penanganan medis dan obat-obatan hingga pulih. Gibran didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat mengunjungi Rumah Sakit Efarina Etaham dan RS Amanda Berastagi.

“Kedatangan saya kemari untuk memastikan anak bapak ibu bisa sembuh dan bersekolah kembali. Mendapatkan pelayanan kesehatan, dan obat-obatan terbaik,” kata Gibran di RS Efarina Etaham Berastagi.

Gibran juga menyatakan pemerintah akan menanggung biaya pengobatan para siswa yang terdampak, termasuk apabila membutuhkan rujukan ke Medan atau Jakarta.

“Tadi saya datangi satu-satu, apa saja yang diperlukan. Apakah butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, semua pasti kami penuhi,” ujarnya.

Namun, persoalan dalam kasus tersebut tidak berhenti pada penanganan medis. Dugaan keracunan yang terjadi setelah konsumsi MBG menimbulkan pertanyaan lebih luas mengenai pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara menunjukkan sebanyak 361 siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, dan SMK Swasta Bersama terdampak dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada 13 Agustus 2026.

Ratusan siswa tersebut sempat mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Rinciannya, 270 pasien menjalani rawat inap, 89 pasien rawat jalan, sementara sejumlah pasien lainnya mendapat penanganan di rumah sakit di Medan.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena gangguan kesehatan dialami dalam jumlah besar setelah makanan program MBG dikonsumsi secara bersamaan. Hasil pemeriksaan laboratorium yang dipaparkan dalam Rapat Dengar Pendapat DPRD Kabupaten Karo juga dilaporkan menemukan kontaminasi bakteri patogen pada sejumlah sampel makanan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program MBG tidak cukup hanya diukur dari jumlah makanan yang berhasil dibagikan kepada siswa. Keamanan makanan, standar pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan setiap satuan pelayanan pemenuhan gizi juga menjadi bagian penting yang harus dipastikan.

Dalam kunjungannya, Gibran meminta pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi dan proses pemulihan tidak berhenti setelah siswa keluar dari rumah sakit.

“Tolong ini nanti Pak Gubernur, biayanya kita tanggung semua,” ucap Gibran.

Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan pendampingan terhadap siswa juga perlu mencakup kondisi psikologis mereka.

“Proses pemulihan siswa ini tidak berhenti setelah mereka mendapatkan perawatan medis. Pemerintah tetap melakukan pendampingan untuk memastikan kondisi kesehatan, dan psikologis mereka terus membaik,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.