Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi ASI yang Cukup Jadi Kekhawatiran Ibu Menyusui, Ini Solusinya?

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 08:18 WIB | Oleh:
Produksi ASI yang Cukup Jadi Kekhawatiran Ibu Menyusui, Ini Solusinya? Doc: ANTARA/Shutterstock/Golfx
Ket. Ilustrasi ibu menyusui.

JAKARTA  - Menyusui secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi sangat dianjurkan bagi ibu menyusui, namun seringkali kekhawatiran akan produksi ASI yang cukup membuat banyak wanita menghadapi tantangan untuk mencapai hal tersebut. 

Ditulis laman Channel News Asia, Senin (6/4), Survei Nasional Menyusui dan Pemberian Makan Anak tahun 2021/2022 di Singapura menemukan bahwa sekitar 46 persen ibu menyusui secara eksklusif hingga tiga bulan, tetapi angka tersebut turun menjadi sekitar 35 persen di antara mereka yang memiliki bayi berusia empat hingga lima bulan. 

Pada usia enam bulan, hanya 3,3 persen bayi yang masih disusui secara eksklusif.

Perawat senior di Poliklinik Tengah dan konsultan laktasi bersertifikasi internasional Nurhanesah A Rahman, mengatakan meskipun kekurangan ASI secara fisiologis memang terjadi, kekurangan ASI yang dirasakan jauh lebih umum, terutama pada periode pascapersalinan awal, sekitar 10 hari pertama setelah melahirkan. 

"Kesalahpahaman ini seringkali menyebabkan para ibu memberikan susu formula tambahan atau berhenti menyusui, bahkan ketika bayi mereka mendapatkan cukup ASI dan tumbuh normal," katanya. 

Menurut konsultan laktasi senior Chen Liqin menyusui delapan hingga 12 kali dalam 24 jam adalah perilaku bayi baru lahir yang sangat normal. Namun hal ini sering jadi kesalahpahaman umum menganggap bahwa bayi baru lahir yang sering menyusu tidak mendapatkan cukup ASI. 

"Bayi baru lahir memiliki perut yang sangat kecil dan tidak mampu menampung ASI dalam jumlah besar sekaligus. Oleh karena itu, pemberian ASI berdasarkan isyarat lapar bayi, dan bukan berdasarkan waktu secara ketat, umumnya direkomendasikan,” jelas Chen.

Pola menyusui bayi yang lebih sering dalam waktu singkat pada sore atau malam hari juga membuat orang tua baru khawatir, padahal pola terjadi karena kadar prolaktin (hormon untuk produksi ASI) cenderung rendah pada sore hari.

Justru menyusui sering di waktu yang singkat dapat membantu merangsang payudara memberi sinyal ke tubuh untuk meningkatkan produksi ASI.

Menurut Nurhanesah, bayi yang menyusu dengan baik menunjukkan beberapa tanda. Orang tua mungkin mendengar suara menelan dan payudara ibu terasa lebih lembut setelahnya, yang menunjukkan transfer ASI yang baik.

"Bayi akan tampak kenyang setelah menyusu, berat badannya bertambah stabil, dan jumlah penggantian popoknya memadai,” katanya.

Di sisi lain, beberapa tanda mungkin menunjukkan bahwa bayi tidak mendapatkan cukup ASI. Misalnya, tidak ada atau hanya sedikit perubahan pada kepenuhan payudara ibu setelah menyusui, atau jika bayi tampak terus-menerus gelisah meskipun disusui sangat sering.

Tanda-tanda lain yang menunjukkan asupan susu yang buruk meliputi popok basah yang lebih sedikit dari yang diharapkan, buang air besar yang jarang, atau penambahan berat badan yang buruk dari waktu ke waktu.

Dalam situasi seperti itu, konsultan laktasi atau tenaga kesehatan profesional dapat membantu. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.