Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keracunan MBG di Aceh Selatan, Satgas Ungkap Disebabkan Kontaminasi Bakteri

📅 Rabu, 18 Mar 2026, 18:23 WIB | Oleh:
Keracunan MBG di Aceh Selatan, Satgas Ungkap Disebabkan Kontaminasi Bakteri Doc: ANTARA/HO-Dok Dinas Kesehatan Aceh Selatan
Ket. Ilustrasi: Pelajar dirawat diduga keracunan makanan di Puskesmas Ujong Padang Rasian, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (28/2).

BANDA ACEH - Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Aceh Selatan mengungkap penyebab keracunan pelajar usai menyantap menu MBG karena makanan terkontaminasi bakteri.

Ketua Satgas Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Aceh Selatan Diva Samudra Putra di Aceh Selatan, Rabu, makanan terkontaminasi bakteri tersebut berdasarkan hasil uji sampel.

"Hasil uji sampel Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) mengungkap keracunan pelajar setelah menyantap makanan Program MBG yang terkontaminasi bakteri," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 18 anak sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, dilarikan ke puskesmas mendapatkan perawatan medis pada Jumat (27/2) sore.

Belasan pelajar tersebut mengalami gejala mual, muntah, diare, pusing, serta sakit perut. Mereka didiagnosis mengalami gastroenteritis akut (GEA). Atas kejadian tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Selatan mengategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB).

MBG dikonsumsi belasan anak sekolah tersebut berasal dari Yayasan Ruang Kito Basamo melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan.

"Hasil uji sampel tersebut menjadi pedoman dan bahan masukan untuk tindak lanjut bagi instansi dan pengambil kebijakan terkait sesuai dengan kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan," kata Diva Samudra Putra.

Ia menyebutkan hasil laboratorium menunjukkan bahwa dari lima sampel makanan yang diperiksa ditemukan adanya cemaran mikroba, seperti Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Salmonella.

"Bakteri tersebut menyebabkan mual, muntah, dan diare. Hasil pemeriksaan laboratorium mengindikasikan makanan tersebut tidak memenuhi syarat," kata Diva Samudra Putra. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.