Universitas Indonesia Ajari Petani Pala Papua Barat Bahasa Inggris, Targetnya Tembus Pasar Global
📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 00:36 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) memberikan pelatihan bahasa Inggris dasar kepada 34 petani pala di Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan memperluas peluang pemasaran produk lokal.
Pelatihan melalui program Sekolah Pesisir tersebut diikuti petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Perempuan Ayawata atau Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ayawata.
“Dengan berbahasa Inggris, saya bisa berkomunikasi dan berbicara dengan teman-teman. Ketika ada turis atau orang yang tidak sama bahasa dengan saya, saya berbicara bahasa Inggris. Banyak peluang terbuka bagi warga di sini,” kata salah satu peserta Darles Bokayu dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (11/9).
Kementerian Transmigrasi menyebut pembelajaran bahasa Inggris itu dilakukan setiap pekan dengan materi berupa pengenalan kosakata, percakapan dasar, serta ungkapan untuk memperkenalkan diri, wilayah, komoditas, dan produk lokal.
Kelompok Ayawata mengolah buah pala menjadi sejumlah produk, antara lain permen, sirop, dan sari pala.
Menurut Kementerian Transmigrasi, motivasi peserta mengikuti pembelajaran beragam, mulai dari meningkatkan kemampuan komunikasi hingga membuka peluang memperkenalkan produk kepada pihak yang lebih luas, termasuk calon mitra dari luar negeri.
“Mari kita lanjutkan hingga tahun-tahun ke depan. Ilmu yang kami miliki di sini memang masih kurang, tapi ilmu yang datang dari luar akan menjadi bagian dari perkembangan kami ke depan,” ujar Darles.
Werianggi-Werabur merupakan salah satu kawasan transmigrasi di Papua Barat yang menjadi lokasi penugasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, dengan Universitas Indonesia ditetapkan sebagai perguruan tinggi mitra untuk kawasan tersebut.
Program TEP 2026 melibatkan 1.458 personel yang terdiri atas 243 ketua tim dan 1.215 anggota. Penugasan mencakup 41 kawasan transmigrasi prioritas nasional, 10 kawasan di Pulau Papua, serta dua kawasan prioritas Kementerian Transmigrasi.
Penguatan kemampuan bahasa asing tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya penguasaan bahasa asing bagi masyarakat Indonesia.
“Bahasa asing mutlak harus kita kuasai,” kata Presiden dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI pada 14 Agustus 2026.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara sebelumnya mengatakan arah pembangunan transmigrasi kini tidak lagi sebatas pemindahan penduduk, melainkan pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi masing-masing kawasan.
Ia menegaskan keberhasilan transmigrasi diukur dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, kemampuan kawasan menarik investasi, serta terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kementerian Transmigrasi juga menggandeng perguruan tinggi melalui TEP untuk melakukan pemetaan potensi serta pendampingan pengembangan kawasan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!