Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Viral Surabaya Disebut Dilintasi Dua Patahan, Pakar Geologi ITS: Jangan Panik, Perlu Bukti Ilmiah

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 15:09 WIB | Oleh:

Meski demikian, bukan berarti potensi gempa boleh diabaikan.

Menurut Amien, pemerintah daerah tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana gempa. Pemerintah Kota Surabaya, misalnya, dapat menyiapkan alat untuk mendeteksi pergerakan atau pergeseran tanah sebagai bagian dari sistem pemantauan dan mitigasi.

Penyusunan peta kawasan rawan gempa juga dinilai penting. Peta tersebut dapat menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan sekaligus mengidentifikasi kawasan yang membutuhkan perhatian lebih.

Bangunan yang berada di kawasan berisiko juga perlu dipastikan memenuhi standar bangunan tahan gempa. Dengan demikian, apabila gempa benar-benar terjadi, potensi kerusakan dan korban dapat ditekan.

Dengan kata lain, viralnya isu patahan Surabaya seharusnya tidak berhenti pada rasa takut. Informasi tersebut justru dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko gempa, serta mendorong pemerintah memperkuat sistem mitigasi bencana.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-11 mengenai Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Tujuannya adalah menciptakan kawasan perkotaan yang tidak hanya berkembang, tetapi juga lebih tangguh dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Megapolitan
Kabel PLN Dicuri, Pasokan L...
Advertisement
Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Jakarta Masuk Tanah dalam 5 Tahun, Wajah Ibu Kota Bakal Berubah

Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Jakarta Masuk Tanah dalam 5 Tahun, Wajah Ibu Kota Bakal Berubah

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.