LRT Velodrome-Manggarai Mulai Uji Coba, Warga Jakarta Segera Bisa Naik
📅 Kamis, 10 Sep 2026, 12:52 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Layanan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai mulai menjalani uji coba terbatas pada Kamis sebagai bagian dari persiapan sebelum melayani masyarakat secara lebih luas.
Uji coba terbatas yang berlangsung hingga 16 September 2026 tersebut diperuntukkan bagi undangan, perwakilan warga, lembaga, key opinion leader (KOL), dan jurnalis.
Selanjutnya, pada 17 September hingga 2 Oktober 2026, LRT Jakarta Fase 1B akan beroperasi selama tujuh jam, yakni pukul 09.00–16.00 WIB. Pada tahap ini, layanan dibuka bagi masyarakat dan komunitas yang telah melakukan registrasi terlebih dahulu.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (10/9), mengatakan uji coba umum akan dilanjutkan pada 12 Oktober hingga 30 November 2026 dengan waktu operasional selama 17 jam, mulai pukul 05.30 hingga 00.20 WIB.
"Selama periode ini, seluruh stasiun diaktifkan, jumlah penumpang tidak dibatasi, dan tidak perlu registrasi. Kami bersyukur akhirnya masyarakat dapat segera merasakan langsung sarana transportasi LRT Jakarta Fase 1B," kata Paulus.
Menurut dia, seluruh tahapan pembangunan proyek senilai Rp4,1 triliun tersebut telah rampung dikerjakan.
Pada proyek milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda) itu, Waskita Karya membangun jalur sepanjang 6,4 kilometer yang dilengkapi lima stasiun, yakni Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai. Fase ini akan memperpanjang jaringan LRT Jakarta hingga terhubung dengan kawasan Manggarai yang menjadi salah satu simpul transportasi penting di ibu kota.
Seluruh stasiun LRT Jakarta dirancang untuk terintegrasi dengan moda transportasi umum lainnya. Stasiun Manggarai, misalnya, terhubung dengan layanan KRL Commuter Line, Transjakarta, serta kereta bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Paulus berharap kehadiran LRT Fase 1B dapat memperkuat modernisasi sistem transportasi di Indonesia, khususnya Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan.
"Kami meyakini, kehadiran LRT tidak hanya mendukung konektivitas perkotaan tapi juga akan berdampak positif terhadap lingkungan karena mengurangi emisi karbon, sehingga mendorong target Net Zero Emission (NZE) pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap pengoperasian LRT Fase 1B dapat menjadi tonggak baru dalam pengembangan transportasi publik di Jakarta.
Ia menargetkan rute tersebut nantinya mampu mengangkut sekitar 70.000 hingga 80.000 penumpang per hari dengan waktu layanan mulai pukul 05.00 hingga 00.00 WIB.
"Sesuai dengan jadwal KRL. Itulah yang membedakan dari transportasi publik lainnya yang dimiliki oleh Jakarta. Dan saya berharap ini akan mengurangi beban kemacetan yang ada," kata Pramono.
Sebelum uji coba dan peresmian dilakukan, Pramono juga meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) melakukan penataan, pembersihan, dan penghijauan di area bawah lintasan LRT.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!