Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Mentah Melonjak Seiring Iran Perketat Kendali atas Selat Hormuz

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Mentah Melonjak Seiring Iran Perketat Kendali atas Selat Hormuz Doc: Channels TV
Ket. Dalam foto yang diperoleh dari kantor berita ISNA Iran pada 18 Juni 2026 ini, terlihat kapal-kapal berlabuh di Bandar Abbas di sepanjang Selat Hormuz.

TEHERAN - Harga minyak berfluktuasi di atas $100 per barel pada hari Kamis (10/9), sehari setelah Iran mengatakan telah menyerang lebih dari selusin kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz.

Teheran memperketat cengkeramannya atas jalur pengiriman minyak dan gas vital tersebut pada hari Rabu (9/9), memperluas zona larangan masuk di luar jalur air tempat mereka membatasi lalu lintas kapal sejak perang dengan AS dimulai pada 28 Februari.

Harga minyak mentah Brent, kontrak internasional acuan, berada di angka $101,28 per barel pada perdagangan awal Asia hari Kamis, setelah melonjak di atas $100 sehari sebelumnya untuk pertama kalinya sejak Juli.

Lonjakan harga minyak mentah terjadi setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Garda Revolusi Teheran menyerang dua kapal AS, delapan kapal tanker minyak, dan 10 "kapal yang tidak patuh" yang mencoba melewati selat tersebut, yang biasanya dilalui sekitar seperlima dari produksi minyak dunia.

Lembaga pemantau maritim Inggris, UKMTO, mengatakan, "beberapa kapal dagang di Teluk Arab Utara dan Teluk Oman" -- yang mengelilingi selat tersebut -- "menjadi sasaran tembakan yang melumpuhkan sebagai bagian dari aktivitas militer yang sedang berlangsung di wilayah tersebut".

Presiden Donald Trump berjanji harga minyak akan turun "segera setelah" Amerika Serikat memenangkan perang dengan Iran.

"Harga minyak akan turun segera setelah kita memenangkan perang dengan Iran," kata Trump kepada Partai Republik di Texas, saat partai tersebut kesulitan dalam jajak pendapat melawan Partai Demokrat.

"Kita akan memenangkannya. Kita menguasai Selat Hormuz," katanya, mengulangi sarannya untuk mengganti nama jalur air tersebut menjadi "Selat Trump".

Optimisme Trump muncul meskipun Garda Revolusi Iran yang berpengaruh menambahkan sebagian Teluk Oman dan Laut Arab ke "zona terlarang" baru pada hari Rabu, dengan mengatakan koordinat pastinya akan diumumkan kemudian.

"Jika sebuah kapal memasuki area tersebut tanpa koordinasi, kapal itu akan dikenai sanksi oleh kami," kata juru bicara Garda Revolusi, Hossein Mohebi, kepada televisi pemerintah.

Iran telah menguasai Selat Hormuz sejak perang pecah pada bulan Februari, lalu lintas melalui jalur air tersebut praktis lumpuh.

Teheran mewajibkan kapal untuk mendapatkan izin dan membayar biaya transit sebelum menggunakan selat tersebut.

Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa perang akan berakhir tepat setelah pemilihan paruh waktu pada bulan November karena Iran "tidak dapat bertahan lebih lama lagi".

Namun, Wall Street Journal mengutip pernyataan pejabat AS yang mengatakan para penasihat utama Trump secara pribadi memperingatkan bahwa perang tersebut dapat berlanjut hingga dua tahun sisa masa jabatannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Telkom Akses Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards 2026

50 menit yang lalu | Paundra Zakirulloh

Rona
Telkom Akses Raih Tiga Peng...
Megapolitan
Amat Membahayakan, 87 Napi ...

Mirra Andreeva Gagal Bendung Coco Gauff di US Open

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Mirra Andreeva Gagal Bendun...
Daerah
Kasus Bupati Bekasi Nonakti...
Advertisement
Guru Besar UI Soroti Laporan ADBI: Tantangan RI Bukan Kurang Tumbuh, Tapi Tak Produktif

Guru Besar UI Soroti Laporan ADBI: Tantangan RI Bukan Kurang Tumbuh, Tapi Tak Produktif

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.