Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Menhan Filipina Kecam Tindak Intimidasi Tiongkok

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 02:30 WIB | Oleh:
Menhan Filipina Kecam Tindak Intimidasi Tiongkok Doc: AFP/JAM STA ROSA
Ket. Gilberto Teodoro

SEOUL - Menteri Pertahanan Filipina menuduh Beijing melakukan tindak intimidasi dengan menyatakan bahwa ia menerima sebuah memo dari Tiongkok saat ia berbicara di sebuah forum internasional yang isi memonya menegaskan klaim ekspansif Tiongkok atas perairan yang dipersengketakan.

Menhan Gilberto Teodoro sedang berada di atas panggung untuk diskusi panel di Dialog Pertahanan Seoul pada Selasa (8/9) ketika ia menerima selembar kertas memo dari seseorang yang tampaknya adalah staf acara, seperti yang terlihat dalam video.

"Saya dapat memo di sini. Saya rasa ini dari Tiongkok," kata dia, sebelum membacakan isinya di ibu kota Korea Selatan (Korsel).

"Posisi Tiongkok terkait arbitrase Laut Tiongkok Selatan (LTS) jelas, konsisten, dan tegas. Arbitrase tersebut melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional," kata Menhan Teodoro saat membaca isi memo tersebut.

Penyebutan arbitrase merujuk pada putusan penting tahun 2016 oleh pengadilan internasional di Den Haag, Belanda, yang secara mutlak memihak Filipina dalam kasusnya melawan klaim Tiongkok atas LTS.

Beberapa negara di kawasan perairan itu, termasuk Filipina, memiliki klaim teritorial yang tumpang tindih dengan klaim Tiongkok, dan perselisihan sering terjadi di jalur perairan yang dijaga ketat tersebut.

Kementerian Pertahanan Korsel, yang menyelenggarakan forum internasional tersebut, tidak menanggapi permintaan AFP untuk memberikan komentar mengenai tuduhan dari Teodoro.

Menteri Pertahanan Filipina mengecam isi memo tersebut dengan alasan bahwa itu adalah tindakan agresi terhadap apa yang ia sebut sebagai upaya Tiongkok untuk mempengaruhi pernyataannya.

“Ini adalah pemaksaan, intimidasi, dan agresi yang sebenarnya. Jika memo ini adalah sikap Tiongkok yang dikirimkan kepada saya, hal itu bukan hanya tidak menghormati hukum internasional, tetapi juga penyelenggara forum dan seluruh hadirin di sini," ucap dia.

"Jadi, mungkin kesopanan dan perilaku dasar adalah yang perlu dilakukan Tiongkok. Ini adalah pemaksaan, intimidasi, dan agresi yang sebenarnya," kata Teodoro, seraya menambahkan bahwa ia akan menyimpan memo tersebut sebagai kenang-kenangan betapa putus asa Tiongkok saat ini dan betapa tidak efektifnya posisinya dalam menghadapi audiensi bebas.

Menhan Teodoro adalah kritikus yang paling sering dan vokal terhadap perilaku Tiongkok di LTS, dan penjaga pantai kedua negara telah berulang kali bentrok di wilayah sengketa.

Tiongkok telah menjatuhkan sanksi kepada Teodoro pada awal tahun 2026, menuduh dia membuat pernyataan yang merusak hubungan bilateral dan meningkatkan ketegangan dalam hubungan yang sudah tegang akibat sengketa wilayah.

Teodoro adalah pejabat Filipina paling senior yang diketahui telah dikenai sanksi oleh Beijing.

Sementara itu kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan bahwa seorang atase militer di Kedutaan Besar Tiongkok di Seoul telah meminta seorang staf acara untuk menyerahkan memo tersebut. AFP belum dapat mengkonfirmasi laporan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.