Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PT Pertamina Jajaki Pemanfaatan Minyak Jelantah dari MBG Diolah Jadi SAF

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 13:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
PT Pertamina Jajaki Pemanfaatan Minyak Jelantah dari MBG Diolah Jadi SAF Doc: ANTARA
Ket. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Hermawan Budiantoro di sela temu media nasional Pertamina Media Xpose di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026).

CILACAP – Pertamina melalui Kilang Unit IV Cilacap menjajaki pemanfaatan minyak jelantah hasil program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk diolah menjadi bahan bakar pesawat udara ramah lingkungan (SAF).

“UCO (used cooking oil/minyak jelantah) nanti dikumpulkan dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), KDMP,” kata Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Hermawan Budiantoro, di sela temu media nasional di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9).

Menurut dia, minyak jelantah dari SPPG dan KDMP merupakan skema antarbisnis (BtoB) untuk pemenuhan stok UCO yang diproses menjadi BBM avtur ramah lingkungan.

Selain dari MBG dan koperasi desa, minyak jelantah juga dikumpulkan dari hotel, restoran dan kafe serta pemasok lain di antaranya Gabungan Pengusaha/Pelaku Usaha Limbah Minyak Goreng Indonesia (Gapulimgi).

Dalam paparannya, asosiasi Gapulimgi memiliki potensi yang besar untuk pemenuhan UCO dengan perkiraan kisaran 240 hingga 300 ribu ton per tahun.

Tak hanya melalui skema BtoB, pihaknya juga menggunakan skema langsung menyasar konsumen (BtoC) dengan mengumpulkan minyak jelantah yang dipasok dari rumah tangga/masyarakat atau komunitas.

Adapun harga pembelian UCO melalui skema BtoC itu, lanjut dia, mencapai Rp6.000 per liter, sedangkan melalui skema BtoB, diperkirakan harganya lebih tinggi.

Produksi perdana SAF di Indonesia dilakukan pada Juli-Agustus 2025 setelah sebelumnya melakukan serangkaian uji coba penerbangan komersial pada September 2023 yang menggunakan armada Garuda Indonesia Boeing 737-800.

Uji coba itu dengan mencampurkan 2,4 persen minyak inti sawit yang telah melalui proses pemurnian, pemutihan dan penghilangan bau (refined, bleached, and deodorized kernel oil/RBDPKO).

Pihaknya menargetkan dapat meningkatkan kandungan SAF hingga mencapai 3 persen.

SAF juga telah meraih sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) dan digunakan oleh maskapai dalam negeri yaitu Garuda Indonesia, Pelita Air dan sejumlah maskapai asing di antaranya untuk memenuhi kebutuhan di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, dan Bandara Ngurah Rai Bali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.