ParagonCorp dan BRIN Kolaborasi Riset Mikroalga Lokal untuk Bahan Baku Kosmetik
📅 Rabu, 09 Sep 2026, 13:30 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - ParagonCorp dan Pusat Riset Mikrobiologi Terapan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memperkuat kolaborasi penelitian untuk mengembangkan potensi mikroalga sebagai bahan baku industri kosmetik. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang riset, pengembangan, dan pemanfaatan mikroalga pada 1 September 2026 di ParagonCorp Head Office, Jakarta Selatan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat inovasi berbasis sains yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk atau teknologi baru. ParagonCorp menilai kemampuan membangun pengetahuan, mengeksplorasi berbagai kemungkinan, serta menguji temuan secara sistematis menjadi bagian penting dalam menghasilkan inovasi yang relevan dan berkelanjutan.
Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., FINSDV mengatakan, pengembangan inovasi berbasis sains membutuhkan proses pembelajaran dan pengembangan pengetahuan yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi dengan BRIN dapat mempertemukan perspektif industri dan penelitian untuk memperkuat kapabilitas Research and Development (R&D) perusahaan.
“Bagi ParagonCorp, inovasi berbasis sains dibangun dari kemampuan untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan. Kolaborasi dengan BRIN memberikan ruang bagi tim industri dan peneliti untuk saling bertukar perspektif, memperkaya cara pandang terhadap proses penelitian, sekaligus membangun kapabilitas yang dapat mendukung pengembangan inovasi di masa depan,” ujar Sari.
Dalam kerja sama tersebut, ParagonCorp dan BRIN membawa kompetensi yang berbeda tetapi saling melengkapi. BRIN memiliki keahlian dalam bioprospeksi dan pengembangan mikroalga, sedangkan ParagonCorp memiliki pengalaman dalam mengevaluasi bahan baku serta mengaplikasikannya untuk kebutuhan industri kosmetik.
Pertemuan kedua kompetensi tersebut membuka peluang bagi proses penelitian yang mempertimbangkan aspek ilmiah sekaligus kebutuhan penerapan di industri. Kolaborasi ini juga memungkinkan peneliti dan praktisi industri memahami perspektif masing-masing secara lebih mendalam dalam proses pengembangan pengetahuan.
Kerja sama tersebut turut menjadi wadah knowledge exchange atau pertukaran pengetahuan secara dua arah antara industri dan lembaga penelitian. Bagi industri, kolaborasi dapat memperluas pemahaman mengenai metode dan pendekatan ilmiah, sementara peneliti memperoleh gambaran mengenai kebutuhan, tantangan, serta konteks penerapan hasil penelitian di dunia nyata.
Senior Researcher BRIN Rahmania Admirasari mengatakan, interaksi antara lembaga riset dan industri dapat memperkaya perspektif kedua pihak. Pertukaran tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem penelitian yang lebih terbuka dan kolaboratif.
“Kolaborasi antara lembaga riset dan industri memberikan ruang bagi kedua pihak untuk saling memperkaya perspektif. Peneliti dapat memahami kebutuhan dan tantangan di industri, sementara industri dapat memperoleh perspektif ilmiah yang lebih mendalam,” ujar Rahmania.
Salah satu implementasi awal dari kerja sama tersebut adalah penelitian terhadap mikroalga lokal Indonesia yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku industri kosmetik. Penelitian dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif sekaligus mengidentifikasi kandidat mikroalga yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Kolaborasi ini tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan satu proyek penelitian, tetapi juga membangun kapabilitas riset yang dapat menjembatani proses discovery dengan kebutuhan industri. Interaksi antara peneliti dan praktisi memungkinkan pengetahuan yang dihasilkan terus dikembangkan dengan mempertimbangkan peluang pemanfaatannya tanpa mengabaikan proses ilmiah dalam memvalidasi setiap temuan.
Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN Dr. Ahmad Fathoni, M.Eng. mengatakan, keterlibatan industri dalam kegiatan penelitian diperlukan untuk memperkuat hubungan antara dunia discovery dan dunia industri. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk menggabungkan berbagai sumber daya dan kemampuan yang dimiliki kedua pihak.
“Kolaborasi riset dengan industri diperlukan untuk memperkuat jembatan antara dunia discovery dan dunia industri. Karena itu, kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi menjadi langkah awal untuk mempertemukan kekuatan riset, sumber daya manusia, pengetahuan, fasilitas, bahan, serta kemampuan teknologi yang dimiliki kedua pihak,” ujar Ahmad.
Dari kolaborasi tersebut, ParagonCorp dan BRIN juga membuka peluang untuk menghasilkan pengetahuan ilmiah yang lebih mendalam mengenai mikroalga lokal Indonesia. Selain kandidat bahan baku kosmetik, hasil kerja sama berpotensi menghasilkan luaran penelitian lain, termasuk publikasi ilmiah dan paten bersama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!