Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Car Free Day Jakarta Didorong Meluas ke Blok M hingga Kota Tua

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 16:45 WIB | Oleh:
Car Free Day Jakarta Didorong Meluas ke Blok M hingga Kota Tua Doc: Koran Jakarta/Retno Prayudati
Ket. Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jakarta didorong untuk diperluas ke sejumlah kawasan strategis. Langkah tersebut dinilai dapat membuat manfaat ruang publik, udara bebas kendaraan, dan aktivitas ekonomi tidak hanya terpusat di koridor Sudirman-Thamrin.

JAKARTA - Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jakarta didorong untuk diperluas ke sejumlah kawasan strategis. Langkah tersebut dinilai dapat membuat manfaat ruang publik, udara bebas kendaraan, dan aktivitas ekonomi tidak hanya terpusat di koridor Sudirman-Thamrin.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Manuara Siahaan meminta Pemprov DKI mengevaluasi sejumlah ruas jalan yang berpotensi menjadi lokasi baru pelaksanaan HBKB. Beberapa kawasan yang dapat dikaji antara lain Blok M, Kota Tua, Gatot Subroto, hingga ruas jalan di kawasan Slipi.

"Yang penting jangkauannya diperluas," ujar Manuara, beberapa waktu lalu.

Menurut Manuara, pemerataan lokasi HBKB dapat memperluas akses masyarakat terhadap ruang publik di berbagai wilayah Jakarta. Selain itu, perluasan tersebut berpotensi mendistribusikan manfaat lingkungan dan aktivitas ekonomi ke lebih banyak kawasan.

Manuara juga membuka opsi pelaksanaan HBKB pada hari Sabtu sebagai alternatif bagi masyarakat. Dengan pilihan waktu yang lebih beragam, warga dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk rekreasi maupun aktivitas akhir pekan bersama keluarga.

Namun, Manuara menekankan perluasan HBKB tetap harus dilakukan berdasarkan kajian yang matang. Setiap penambahan ruas jalan maupun titik konsentrasi masyarakat perlu mempertimbangkan pola mobilitas dan kondisi lalu lintas di kawasan yang menjadi lokasi pelaksanaan.

"Kami setuju, tetapi berdasarkan kajian. Tidak boleh menambah ruas dan titik konsentrasi tanpa kajian akademis," tutur Manuara.

Selain menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan berekreasi, HBKB dinilai memiliki potensi untuk berkembang menjadi ruang interaksi sosial. Kegiatan tersebut juga dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Menurut Manuara, momentum HBKB pada akhir pekan juga dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan berbagai layanan publik secara langsung di tengah masyarakat. Kehadiran layanan tersebut dapat membuat warga mengakses kebutuhan administrasi tanpa harus datang ke kantor pelayanan secara khusus.

Salah satu layanan yang dinilai dapat dihadirkan di lokasi HBKB adalah administrasi kependudukan. Layanan Samsat juga berpotensi dibawa ke kawasan HBKB sehingga pelayanan publik dapat lebih dekat dengan masyarakat.

Dengan konsep yang lebih luas, HBKB tidak hanya dipandang sebagai agenda penutupan ruas jalan dari kendaraan bermotor. Kegiatan tersebut dapat dikembangkan sebagai ruang publik multifungsi yang menggabungkan aspek lingkungan, olahraga, rekreasi, pelayanan publik, serta aktivitas ekonomi warga.

Manuara juga menilai pengendalian polusi udara di Jakarta tidak cukup hanya dilakukan melalui penutupan jalan pada waktu tertentu. Menurutnya, kebijakan ekologis perlu berjalan beriringan dengan penambahan ruang hijau dan penerapan vegetasi yang dapat membantu menyerap polutan perkotaan.

"Secara biologis, tumbuhan yang menyerap karbon monoksida dan karbon dioksida bisa dibuat secara alami," tandas Manuara.

Perluasan HBKB ke sejumlah wilayah juga membutuhkan penyesuaian dengan karakteristik setiap kawasan. Kajian mengenai kapasitas jalan, pergerakan kendaraan, akses transportasi umum, serta aktivitas warga menjadi bagian yang perlu diperhatikan sebelum suatu ruas ditetapkan sebagai lokasi HBKB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Aparat Perketat Gerakan Pel...
Luar Negeri
Menlu RI Ungkap Reformasi P...

Jangan Pernah Tinggalkan Anak Sendirian

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Jangan Pernah Tinggalkan An...

Cara Unik Banten Mengembangkan Sikap Nasionalisme

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Cara Unik Banten Mengembang...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.