Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina Kerahkan 350 Kapal Tanker Distribusikan Energi Nasional

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertamina Kerahkan 350 Kapal Tanker Distribusikan Energi Nasional Doc: Pertamina-PIS
Ket. Kapal tanker MT Merauke milik Pertamina.

YOGYAKARTA - Pertamina Patra Niaga mengerahkan 350 kapal tanker untuk memastikan pasokan dan distribusi kebutuhan energi nasional.

“Tak kurang dan tak lebih sebanyak 350 armada tanker baik minyak mentah, produk maupun LPG carrier kami operasikan,” kata Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto di sela temu media nasional di Yogyakarta, Jumat (11/9).

Ia memaparkan sebanyak 72 kapal tanker adalah milik BUMN bidang minyak dan gas bumi itu atau sebesar 20,6 persen dan sisanya yaitu 278 unit kapal tanker carter atau 79,4 persen.

Adapun jumlah perjalanan kapal yang dikelola mencapai 11.508 pelayaran per tahun dengan sekitar 152,87 juta kiloliter per tahun kargo yang diangkut, untuk mengamankan pasokan di sekitar 150 titik jaringan.

Ratusan titik jaringan itu, kata dia, untuk pasokan di terminal minyak mentah, kilang Pertamina hingga lebih dari 100 unit terminal bahan bakar minyak (TBBM).

Di Indonesia terdapat delapan kilang (refinery) salah satunya Kilang Unit IV Cilacap, Jawa Tengah yang merupakan salah satu terbesar di tanah air.

Kilang itu memiliki kapasitas produksi mencapai 348 ribu barel per hari (MBSD) atau 31 persen dari total nasional.

Arif menambahkan koordinasi menjadi kunci dalam setiap perjalanan kapal menyangkut kesiapan muatan, terminal, jadwal hingga standar keselamatan dan kondisi kapal tanker.

Pasalnya, logistik minyak dan gas memiliki peran vital untuk menjamin pasokan energi di tengah kondisi geografis Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia.

Ia menekankan tujuan dari armada logistik bukan hanya menggerakkan kapal tanker namun juga menjaga ketersediaan dan keberlanjutan layanan masyarakat termasuk mutu produk sehingga mendukung ketahanan energi nasional.

Sehingga kegiatan logistik energi dilaksanakan melalui sistem terpadu, bukan berdiri sendiri.

“Tantangan yang kami hadapi adalah kami harus menyediakan armada kapal yang andal, yang aman, yang efisien dan berkelanjutan,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.