Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ingatkan Ancaman Ekonomi 2026, Bupati Belitung Kencangkan Ikat Pinggang Anggaran

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 01:25 WIB | Oleh:
Ingatkan Ancaman Ekonomi 2026, Bupati Belitung Kencangkan Ikat Pinggang Anggaran Doc: ANTARA/Apriliansyah
Ket. Bupati Belitung DJoni Alamsyah mengingatkan pentingnya menjaga ruang fiskal secara bijak di tengah dinamika ekonomi tahun 2026, di Tanjungpandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (29/9).

TANJUNGPANDAN - Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat mengingatkan seluruh jajarannya untuk menjaga ruang fiskal secara bijak di tengah dinamika ekonomi pada sisa tahun anggaran 2026, guna memastikan pemerintah daerah tetap memiliki kemampuan finansial untuk menjawab kebutuhan masyarakat
‎
‎"Pemerintah Kabupaten akan menjaga ruang fiskal secara bijak di tengah dinamika situasi ekonomi di penghujung tahun 2026," katanya dalam sidang paripurna pengesahan Perubahan APBD Belitung Tahun Anggaran (TA) 2026 di DPRD Belitung, Senin (28/9).
‎
‎Ia mengatakan memasuki sisa tahun anggaran 2026, kondisi ekonomi tetap dinamis dengan berbagai potensi tekanan yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
‎
‎"Mulai dari perubahan harga energi, biaya transportasi, biaya distribusi, hingga harga bahan kebutuhan pokok," ujarnya.
‎
‎Ia menegaskan perubahan biaya transportasi dan distribusi memiliki dampak yang jauh lebih cepat terhadap harga barang dan aktivitas ekonomi di Belitung. 
‎
‎Djoni Alamsyah menginstruksikan agar jajaran pemerintah daerah lebih cepat membaca perubahan dan sigap mengambil langkah antisipasi tanpa menunggu persoalan menjadi besar.
‎
‎"Kita tidak perlu menunggu persoalan menjadi besar baru bertindak. Dan kita tidak boleh menggunakan seluruh ruang fiskal hari ini, tanpa memikirkan kemampuan daerah menghadapi kebutuhan masyarakat di hari esok," katanya.
‎
‎Ia juga menegaskan menjaga ruang fiskal bukan berarti menahan laju pembangunan. Namun, memastikan pemerintah tetap memiliki kapasitas dan kemampuan hadir saat masyarakat membutuhkan.

‎‎Menyongsong waktu pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 yang semakin terbatas, ia meminta seluruh perangkat daerah untuk memastikan setiap kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan tepat waktu, tepat sasaran, serta sesuai ketentuan.
‎
‎Ia juga menginstruksikan agar kegiatan yang masih menghadapi kendala segera diselesaikan, dan kegiatan yang berisiko terlambat segera dikoreksi.
‎
‎"Percepatan pelaksanaan program ini kami ingatkan agar tidak mengorbankan kualitas, kepatuhan serta integritas birokrasi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.