DPRD Bali Dorong Akses Pembiayaan Murah Bagi Calon Pekerja Migran Kurang Mampu
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 02:20 WIB | Oleh: AlfredDENPASAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi akses pembiayaan murah bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal Bali dari keluarga kurang mampu yang terkendala biaya keberangkatan.
Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Suwirta di Denpasar, Senin, mengatakan pemerintah daerah dapat memfasilitasi akses pembiayaan melalui lembaga keuangan, koperasi, maupun lembaga perkreditan desa (LPD).
Menurut dia, skema pembiayaan diperlukan karena terdapat anak muda yang memiliki peluang bekerja di luar negeri untuk memperbaiki perekonomian keluarga, tetapi terkendala biaya keberangkatan.
Suwirta mengusulkan lembaga keuangan daerah dilibatkan agar CPMI memperoleh pembiayaan dengan bunga terjangkau.
Selain itu, menurut dia, perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia dapat dilibatkan sehingga pembayaran cicilan dapat dilakukan melalui pemotongan penghasilan setelah CPMI bekerja.
“Ya, diajak kerja sama agar nanti gaji mereka biar dipotong, ditransfer kan langsung ke bank pemberi kredit,” katanya, Senin (28/9).
Suwirta mengatakan pemerintah daerah perlu mencari skema yang sesuai ketentuan agar keterbatasan biaya tidak menghambat masyarakat kurang mampu memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri.
Menanggapi usulan tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali Ida Bagus Setiawan mengatakan pemerintah pusat telah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan Pekerja Migran Indonesia sebagai salah satu alternatif pembiayaan.
Disnaker ESDM Bali, kata dia, telah membicarakan pemanfaatan skema tersebut dengan manajemen BPD Bali serta pemerintah kabupaten/kota.
"Nah, jadi sebenarnya pusat kan mengeluarkan program KUR ya untuk CPMI, dan kita sudah sebenarnya berdiskusi dengan manajemennya BPD Bali kemudian dengan teman-teman di kabupaten/kota," katanya.
Namun, menurut Setiawan, penerapan skema pembiayaan tersebut masih menghadapi persoalan terkait penjaminan dan mitigasi risiko gagal bayar.
Ia menilai keterlibatan unsur adat di Bali dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat skema penjaminan pembiayaan.
“Kalau bisa terikat dengan adat, melibatkan adat kan jaminannya lebih kuat kira-kira,” ujarnya.
Secara nasional, KUR Penempatan PMI dapat digunakan CPMI untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan proses penempatan bekerja ke luar negeri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!