Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

KRL Indonesia Sudah Tua, Impor Bekas Jepang Jadi Pilihan, Ini Catatan MTI

28 Senin, 28 Sep 2026, 12:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
KRL Indonesia Sudah Tua, Impor Bekas Jepang Jadi Pilihan, Ini Catatan MTI KRL Indonesia Sudah Tua, Impor Bekas Jepang Jadi Pilihan, Ini Catatan MTI Doc: Antara
Ket. lustrasi - Sejumlah warga menunggu KRL Rangkasbitung Line.

Jakarta - Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Haris Muhammadun menilai rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengimpor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang dapat menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan angkutan massal yang semakin mendesak.

Menurut Haris, KAI memiliki pengalaman dalam mengoperasikan dan merawat KRL bekas dari Jepang sehingga penggunaannya tidak akan menjadi persoalan besar apabila rencana impor tersebut mendapat persetujuan pemerintah.

"Kebutuhan layanan pergerakan masyarakat dengan angkutan massal jenis KA ini sangat mendesak, dan jika impor baru atau beli baru, akan terlalu lama masyarakat terus berdesakan pada saat jam sibuk," kata Haris di Jakarta, Senin (28/9).

Ia mengatakan KRL dari Jepang relatif masih dapat berfungsi dengan baik ketika digunakan, terlebih sistem sarana dan prasarana perkeretaapian kedua negara dinilai sudah memiliki banyak kesamaan.

"Untuk jenis moda transportasi KA ini, impor atau bantuan KA bekas dari Jepang rasanya sudah sangat pengalaman dan relatif masih bisa berfungsi dengan baik," ujarnya.

Meski demikian, Haris menegaskan dukungan MTI terhadap impor KRL bekas bukan tanpa syarat. Aspek keselamatan harus menjadi pertimbangan utama agar kebutuhan mendesak untuk menambah kapasitas angkutan tidak justru menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

"Untuk posisi MTI sendiri adalah setuju dengan sejumlah catatan, dan yang penting keselamatan menjadi prioritas utama," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan rencana impor KRL bekas dari Jepang dilakukan sebagai langkah transisi karena kemampuan produksi kereta dalam negeri belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dalam waktu cepat.

"Ini sebagai transisi kita," kata Bobby saat ditanya mengenai rencana impor rangkaian KRL bekas.

Menurut dia, kebutuhan tersebut bersifat mendesak karena sejumlah KRL yang saat ini beroperasi telah berusia lebih dari 40 tahun. KRL bekas dinilai dapat didatangkan lebih cepat setelah mendapat persetujuan, yakni sekitar satu hingga dua bulan.

Sementara itu, pengadaan KRL baru membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua tahun sehingga dikhawatirkan tidak dapat segera menjawab kebutuhan kapasitas penumpang pada saat ini.

Namun, pilihan impor KRL bekas juga harus ditempatkan sebagai solusi sementara dan tidak mengurangi upaya memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan rencana impor KRL bekas dari Jepang masih dalam pembahasan dan membutuhkan rekomendasi dari kementerian teknis.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan juga telah memanggil KAI untuk menjelaskan ketentuan yang harus dipenuhi dalam proses impor tersebut.

"Nanti dengan rekomendasi dari kementerian teknis. Jadi kita jelaskan dulu biar tahu apa saja syarat-syaratnya," ujar Budi di Tangerang, Banten, Jumat.

Budi menjelaskan bahwa kereta bekas termasuk kategori barang impor yang diatur sehingga membutuhkan pemenuhan sejumlah persyaratan serta kesepakatan kementerian/lembaga terkait.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Mengagetkan, Satu Prajurit Kopassus Ini Jadi Tersangka

1.5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Nasional
Mengagetkan, Satu Prajurit ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.