Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKSDA Kaltim Evakuasi dan Lepasliarkan Orang Utan Viral ke Hutan Kehje Sewen

📅 Senin, 28 Sep 2026, 11:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKSDA Kaltim Evakuasi dan Lepasliarkan Orang Utan Viral ke Hutan Kehje Sewen Doc: Mongabay
Ket. Tangkapan layar - seekor orang utan jantan dewasa terlihat di pinggir jalan di Kutai Timur, Kaltim.

SAMARINDA - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Conservation Action Network (CAN) telah menyelamatkan dan melepasliarkan satu individu orang utan (Pongo pygmaeus) jantan yang sebelumnya viral di media sosial saat melintas di jalan hauling PT SRH di Kabupaten Kutai Timur.

Kepala BKSDA Kaltim  M Ari Wibawanto mengatakan orang utan tersebut dievakuasi pada 17 September 2026 setelah tim gabungan melakukan pemantauan sejak Juli untuk memastikan keberadaan dan kondisi satwa dilindungi tersebut.

"Orang utan jantan tersebut dalam kondisi sehat dan masih menunjukkan sifat liar, sehingga langsung kami lepasliarkan di hutan yang menjadi habitatnya," kata Ari di Samarinda, Senin.

Menurut dia, penanganan dilakukan setelah laporan kemunculan orang utan di kawasan jalan hauling perusahaan kehutanan tersebut beberapa kali diterima BKSDA.

Tim bersama CAN dan pihak perusahaan kemudian melakukan pencarian dan penelusuran lapangan, pemantauan menggunakan drone, serta mengawasi jalur pergerakan satwa.

Setelah ditemukan di tepi jalan hauling pada 17 September, tim penyelamat segera melakukan evakuasi untuk mencegah risiko terhadap satwa maupun aktivitas manusia di sekitar lokasi.

Orang utan jantan yang diperkirakan berusia 25 tahun dengan berat sekitar 51,6 kilogram tersebut kemudian menjalani pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan menunjukkan satwa dalam kondisi sehat, aktif, dan memiliki nafsu makan yang baik, sehingga dinilai siap dikembalikan ke habitat yang lebih aman.

Sementara pendiri CAN Paulinus Kristanto mengatakan proses penyelamatan bermula dari laporan masyarakat mengenai kemunculan orang utan berukuran besar di kawasan konsesi dan jalur hauling sejak Juni 2026.

"Pencarian yang dilakukan berminggu-minggu belum membuahkan hasil. Hingga 17 September, orang utan tersebut kembali ditemukan berada di tepi jalan," katanya.

Setelah dievakuasi dan menjalani observasi medis, tim berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan lokasi pelepasliaran.

Pada 18 September 2026 oran gutan tersebut akhirnya dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen, Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur, yang merupakan kawasan habitat orang utan.

Paulinus juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan orang utan atau satwa liar lainnya kepada BKSDA Kaltim, tujuannya adalah agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Apple, Louis Vuitton, Herme...
Daerah
Kasus Sabu di Karawana, Pol...
Megapolitan
Wali Kota dan Wakil Wali Ko...
Advertisement
Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.