Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produk Desa Mau Tembus Pasar Ekspor? Kemendes PDT Ingatkan Hal Ini

24 Senin, 28 Sep 2026, 12:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produk Desa Mau Tembus Pasar Ekspor? Kemendes PDT Ingatkan Hal Ini Produk Desa Mau Tembus Pasar Ekspor? Kemendes PDT Ingatkan Hal Ini Doc: Antar
Ket. Pekerja menyelesaikan pembuatan kursi rotan di sentra produksi rotan Desa Bodesari, Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (26/9).

Jakarta - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menekankan pentingnya kesiapan produk dan usaha bagi pelaku usaha di desa sebelum mengembangkan produknya menuju pasar ekspor.

Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Dicky Yosepial mengatakan peningkatan kapasitas pelaku usaha desa perlu dilakukan secara terencana dan bertahap sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

"Oleh karena itu diperlukan upaya meningkatkan kapasitas yang terencana, bertahap, dan berorientasi pada kebutuhan nyata pelaku usaha," kata Dicky dalam Pelatihan Desa Ekspor yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (28/9).

Ia berharap pelaksanaan Pelatihan Desa Ekspor dapat membantu pelaku usaha di desa memastikan kesiapan produk sebelum dipasarkan ke pasar ekspor.

Menurut Dicky, upaya mengembangkan potensi ekonomi lokal desa menuju pasar ekspor masih menghadapi berbagai tantangan. Kendala tersebut antara lain keterbatasan pengetahuan mengenai ekspor, kesiapan produk, kapasitas produksi, kemasan, legalitas, kelembagaan usaha, pemahaman pasar, penentuan harga, pemasaran digital, hingga logistik.

Melalui Pelatihan Desa Ekspor, para peserta diarahkan untuk memahami peluang pasar ekspor bagi produk desa, membangun pola pikir dan motivasi untuk mengembangkan pasar global, serta mengenali karakteristik produk yang memiliki potensi untuk diekspor.

Peserta juga diharapkan memahami berbagai aspek yang perlu disiapkan sebelum memasuki pasar global, mulai dari kesiapan produk dan usaha, kelembagaan, kapasitas produksi, legalitas, hingga sertifikasi dasar.

Dicky mengatakan pelatihan tersebut tidak sekadar bertujuan menambah pengetahuan peserta, tetapi juga membantu mereka mengenali posisi usaha, memahami tantangan yang dihadapi, serta menyusun langkah perbaikan secara nyata.

"Kita perlu memahami bahwa membangun bisnis ekspor bukan berarti seluruh pelaku usaha harus langsung melakukan ekspor setelah mengikuti pelatihan," ujarnya.

Menurut dia, hal yang lebih penting adalah memastikan peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai peluang dan tantangan ekspor, mengetahui tingkat kesiapan produknya, serta memahami tahapan yang perlu dilakukan untuk bergerak menuju pasar global.

Ia berharap Pelatihan Desa Ekspor dapat menjadi fondasi bagi proses pembelajaran dan pendampingan pelaku usaha desa pada tahap selanjutnya, sehingga pengembangan produk lokal menuju pasar ekspor dapat dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.