Bitcoin Tertahan di US$78.000, Ada Apa? Pasar Menunggu Arus Dana ETF dan Kebijakan The Fed
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 02:08 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoYudhono memperkirakan volatilitas Bitcoin masih tinggi sepanjang September karena pasar akan semakin bergantung pada data ekonomi.
“Pasar akan sangat sensitif terhadap angka tenaga kerja dan inflasi AS. Jika data menunjukkan ekonomi mulai mendingin tanpa inflasi kembali melonjak, ruang bagi aset berisiko untuk kembali menguat akan terbuka,” katanya lagi.
Sebaliknya, inflasi yang tetap tinggi dapat memperpanjang tekanan terhadap Bitcoin, karena mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter AS.
Adapun dalam jangka pendek, level 80.000-81.000 dolar AS menjadi zona penting bagi Bitcoin. Jika mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, momentum penguatan berpeluang kembali terbentuk.
Namun, jika gagal merebut kembali 80.000, Bitcoin berpotensi melanjutkan konsolidasi sembari menunggu katalis makro berikutnya.
“Pertanyaannya bukan sekadar apakah Bitcoin bisa kembali ke 80.000 dolar AS. Yang lebih penting adalah apakah 80.000 dolar AS nantinya dapat berubah dari resistance menjadi support,” kata Yudhono.
Menurut dia, sinyal penguatan akan lebih kuat apabila perubahan tersebut disertai kembalinya arus modal institusional dan kondisi makroekonomi yang lebih kondusif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!