Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bitcoin Tertahan di US$78.000, Ada Apa? Pasar Menunggu Arus Dana ETF dan Kebijakan The Fed

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 02:08 WIB | Oleh:
Bitcoin Tertahan di US$78.000, Ada Apa? Pasar Menunggu Arus Dana ETF dan Kebijakan The Fed Doc: Antara foto/HO-FLOQ
Ket. CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis, Jakarta, Sabtu (5/9).

JAKARTA - Bitcoin tertahan di kisaran 78.000 dolar Amerika Serikat (AS) per bitcoin, setelah gagal mempertahankan di level 80.000 dolar AS.

Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi oleh arus dana exchange-traded fund (ETF) dan arah kebijakan Bank Sentral AS atau The Fed.

Bitcoin sebelumnya menguat sekitar 26 persen dari 62.700 dolar AS hingga mencapai 81.235 dolar AS. Namun, aset kripto terbesar tersebut kemudian terkoreksi dan kembali bergerak di bawah level psikologis 80.000 dolar AS.

CEO dan Founder FLOQ, salah satu platform investasi aset kripto, Yudhono Rawis dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/9), menilai koreksi tersebut belum mengubah prospek Bitcoin secara keseluruhan. Namun, pasar kini memasuki fase pembuktian untuk melihat apakah permintaan investor masih cukup kuat menopang harga.

“Reli Bitcoin sepanjang Agustus menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset kripto masih sangat kuat. Namun, setelah gagal bertahan di atas 80.000 dolar AS, pasar sekarang masuk ke fase pembuktian,” ujar Yudhono.

Menurut dia, investor perlu mencermati permintaan spot dan arus dana institusional untuk mengukur kekuatan pasar setelah reli.

ETF Bitcoin dan Ethereum di AS mencatat inflow bersih sekitar 2,71 miliar dolar AS pada pekan yang berakhir 24 Agustus. Bitcoin menyumbang porsi terbesar dengan inflow sekitar 1,92 miliar dolar AS.

Namun, arus dana tersebut mulai melambat. Data Farside Investors menunjukkan spot Bitcoin ETF AS mencatat net outflow sekitar 201,9 juta dolar AS pada 28 Agustus, setelah sebelumnya membukukan arus masuk positif selama beberapa hari.

Yudhono mengatakan, konsistensi arus ETF bakal menjadi indikator penting ketika Bitcoin bergerak di kisaran 77.000-80.000 dolar AS.

“Jika arus ETF kembali positif ketika Bitcoin berada di area 77.000-80.000 dolar AS, itu bisa menjadi indikasi bahwa investor besar masih melihat koreksi sebagai kesempatan untuk membangun posisi,” katanya pula.

Selain arus ETF, pasar juga mencermati arah kebijakan moneter AS. Pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada 28 Agustus lalu direspons sebagai sinyal hawkish.

Warsh menegaskan inflasi AS masih berada di atas target dua persen dan perkembangan inflasi dalam beberapa bulan terakhir belum menunjukkan perbaikan yang cukup berarti.

Memasuki September, data ketenagakerjaan AS untuk Agustus yang dijadwalkan dirilis pada 4 September dan data Consumer Price Index (CPI) pada 11 September akan menjadi perhatian pasar.

Kedua data tersebut akan menjadi pertimbangan menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.