PGN: Program Konversi BBG Bantu Pengemudi Taksi Online Tekan Biaya Operasional
📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 18:57 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan program Bantuan Konversi BBG Kendaraan Tahun 2026 memberikan manfaat bagi pengemudi taksi online (taksol) berupa penurunan biaya operasional hingga 55 persen.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyatakan melalui program tersebut perusahaan memberikan kesempatan bagi pengemudi taksol untuk mengonversi kendaraan dari bahan bakar konvensional menjadi bahan bakar gas (BBG) melalui pemasangan kit BBG secara gratis.
"Inisiatif ini diharapkan menjadi alternatif energi yang lebih efisien sekaligus membantu pengemudi menekan biaya operasional kendaraan," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (05/9).
Selama periode Agustus–September 2026, sebanyak 75 kendaraan ditargetkan mengikuti Program Bantuan Konversi BBG Kendaraan Tahun 2026.
Dengan asumsi 75 kendaraan penerima mengonsumsi rata-rata 8 liter setara bensin (LSP) BBG per hari setiap bulan, lanjut Fajriyah total pemanfaatan BBG diperkirakan mencapai sekitar 15.000 LSP per bulan atau 180.000 LSP dalam setahun.
Dengan harga BBG nonsubsidi sebesar Rp4.500 per liter, kebutuhan bahan bakar tersebut menelan biaya sekitar Rp810 juta per tahun.
Sementara itu, apabila volume penggunaan yang sama menggunakan BBM subsidi dengan asumsi harga Rp10.000 per liter, biaya bahan bakar dapat mencapai sekitar Rp1,8 miliar per tahun.
"Dengan demikian, pemanfaatan BBG berpotensi menghasilkan penghematan biaya bahan bakar minimal sekitar Rp990 juta per tahun bagi 75 penerima manfaat secara keseluruhan," katanya.
Selain memberikan manfaat secara ekonomi, menurut dia penggunaan BBG turut menjadi pilihan energi yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan dukungan PGN terhadap target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Dengan penggunaan energi yang setara, lanjutnya BBG menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) sekitar 19 persen lebih rendah dibandingkan bensin subsidi.
Berdasarkan proyeksi penggunaan BBG hingga sekitar 180.000 LSP per tahun oleh 75 penerima manfaat, program konversi ini diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga sekitar 73 ton CO₂ eq per tahun.
"Dengan demikian, peralihan dari bahan bakar minyak ke BBG tidak hanya membantu pengemudi menekan biaya operasional, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan," katanya.
Fajriyah berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima sekaligus mendorong pemanfaatan BBG yang lebih luas.
Penanggung jawab Administrasi Lapangan Komunitas Mobil Gas (Komogas), Riko, mengapresiasi dukungan PGN yang dinilai memberikan manfaat besar bagi pengemudi taksi online dengan intensitas penggunaan kendaraan dan konsumsi bahan bakar tinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!