Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Sampah Jadi Cuan, Pemkot Kupang Genjot Ekonomi Sirkular

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 18:31 WIB | Oleh:
Dari Sampah Jadi Cuan, Pemkot Kupang Genjot Ekonomi Sirkular Doc: Antara foto/HO-Pemkot Kupang
Ket. Pemkot Kupang bersama pemangku kepentingan memperkuat gerakan “Satu Bina Satu” untuk mendorong pemilahan sampah dari sumber dan mengurangi beban TPA Alak.

KUPANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong ekonomi sirkular melalui gerakan “Satu Bina Satu” dengan memperkuat pemilahan sampah dari sumber untuk meningkatkan pemanfaatan sampah sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) Alak.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Kupang Ignasius Lega di Kupang, Sabtu, mengatakan Pemkot Kupang memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan program “Satu Bina Satu” yang sebelumnya telah diuji coba di Kecamatan Oebobo.

“Karena itu, saya mengajak kita menjadikan program ‘Satu Bina Satu’ bukan sekadar nama program, tetapi menjadi gerakan perubahan perilaku,” kata dia dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Program “Satu Bina Satu” Lingkup Kota Kupang bersama Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara.

Menurut Ignasius, pengalaman dari proyek percontohan di Oebobo, baik keberhasilan maupun dan tantangan yang ditemukan di lapangan, harus menjadi bahan pembelajaran untuk memperluas program ke wilayah lainnya.

“Saya ingin menegaskan satu hal, program ini jangan berhenti pada sosialisasi, tetapi harus menghasilkan satu perubahan yang nyata,” ujarnya.

Ia mengatakan pengelolaan sampah tidak lagi dapat hanya mengandalkan tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi harus dimulai dari sumber melalui gerakan “Satu Bina Satu” dengan pesan “Sampahmu, Tanggung Jawabmu”.

Melalui gerakan tersebut, rumah tangga, lingkungan, instansi, dan berbagai lembaga didorong memilah sampah organik dan anorganik sebelum masuk ke sistem pengangkutan dan pengolahan.

Ignasius menegaskan kondisi TPA Alak menjadi pengingat bahwa pola lama berupa mengangkut dan membuang sampah tidak dapat terus dipertahankan. Karena itu, pelaksanaan program harus menghasilkan perubahan yang dapat diukur di lapangan.

Sementara itu, Kepala Pusdal LH Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Ni Nyoman Santi mengatakan Kota Kupang perlu mempercepat pembenahan pengelolaan sampah untuk mengejar target nasional sebesar 63,4 persen pada 2026.

“Saat ini, capaian pengelolaan sampah di Kota Kupang masih berada di kisaran 33,5 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan secara bersama-sama,” ujarnya.

Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara membagi strategi penanganan sampah Kota Kupang dalam tiga lini, yakni hulu, tengah, dan hilir.

Di hilir, pembenahan diarahkan pada TPA Alak, antara lain melalui penyelesaian 12 poin administratif dan transformasi sistem pengelolaan dari open dumping menuju controlled landfill. Pengawasan potensi kebakaran juga diperketat.

Di lini tengah, perhatian diarahkan pada reaktivasi fasilitas Material Recovery Facility (MRF), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), dan bank sampah yang belum optimal.

Penguatan ekonomi sirkular juga didorong melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR) dengan melibatkan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Nasional
DKP Rejang Lebong Awasi Pen...
Advertisement
Kebakaran Kawah Ijen Merambat ke Air Terjun Kalipait Bondowoso, Tim Rescue Panjat Manual ke Titik Api

Kebakaran Kawah Ijen Merambat ke Air Terjun Kalipait Bondowoso, Tim Rescue Panjat Manual ke Titik Api

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.