Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Bandarlampung Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah agar Terhindar dari Debu Vulkanik GAK

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 21:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Bandarlampung Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah agar Terhindar dari Debu Vulkanik GAK Doc: ANTARA
Ket. Personel BPBD Bandarlampung mengatasi debu yang diduga dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sampai ke kota itu di Bandarlampung, Sabtu (5/9/2026).

Bandarlampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu atau debu vulkanik menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Debu vulkanik dapat terbawa angin dan mengganggu kualitas udara, jarak pandang, serta kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandarlampung, Idham Basyar, di Bandarlampung, Sabtu (05/9).

Ia meminta masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengenakan pelindung mata apabila kondisi udara mulai berdebu.

"Kami juga minta warga mengurangi aktivitas di luar rumah apabila terjadi hujan abu serta menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam ruangan," kata dia.

Selain itu, BPBD mengingatkan warga melindungi makanan dan sumber air dari paparan abu vulkanik.

"Bagi pengendara, BPBD mengimbau agar meningkatkan kehati-hatian karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin," kata dia.

BPBD Kota Bandarlampung juga meminta masyarakat tetap tenang serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Masyarakat dapat menghubungi layanan kedaruratan melalui call center 117, telepon 0721-6016451, atau telepon/WhatsApp 0821-8099-2105," katanya.

Sejumlah Warga Bandarlampung merasakan dampak debu yang diduga berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Rumah mulai berdebu sehabis Maghrib," kata salah seorang warga setempat, Naya.

Ia mengaku baru sadar ketika debu berwarna hitam menyelimuti lantai rumahnya, padahal sudah disapu.

"Lantai rumah jadi berdebu padahal habis disapu, jadi cari info katanya banyak yang bilang itu debu GAK," kata dia.

Seorang warga Bandarlampung lainnya, Nurhadi, mengaku saat mengendarai sepeda motor kondisi mata seperti kelilipan di sepanjang jalan.

"Ia mata kelilipan di sepanjang jalan tadi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Megapolitan
Mulai 6 September, CFD Kota...
Advertisement
Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.