Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Stabilisasi Harga Pangan, Perum Bulog Singkawang Salurkan Beras dan MinyaKita ke Pasar dan Ritel

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Stabilisasi Harga Pangan, Perum Bulog Singkawang Salurkan Beras dan MinyaKita ke Pasar dan Ritel Doc: ANTARA 
Ket. Pasokan beras Bulog Singkawang di pasar tradisional Kota Singkawang, Kalbar

BENGKAYANG – Perum Bulog Kantor Cabang Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), memperkuat stabilisasi pasokan dan harga pangan dengan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium, serta MinyaKita ke pasar tradisional dan jaringan ritel modern di wilayah Singkawang, Bengkayang, dan Sambas (Singbebas). 

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Singkawang, Noldi Ramayadi, mengatakan pasokan beras dan minyak goreng hingga saat ini dalam kondisi aman, sementara hasil pemantauan harga di sejumlah pasar menunjukkan harga komoditas relatif stabil. 

"Bulog terus menggelontorkan pasokan beras, baik medium maupun premium, serta Minyakita ke pasar SP2KP maupun ritel modern. Kami juga telah menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat," kata Noldi saat melakukan pemantauan pasar di Singkawang, Kalbar, Sabtu(05/9).

Menurut dia, penyaluran beras SPHP dilakukan secara terjadwal melalui sinergi dengan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Singkawang. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus membantu mengendalikan harga di tingkat konsumen. 

Pemantauan di Pasar Alianyang Singkawang menunjukkan stok beras SPHP dan beras premium Bulog tersedia dalam jumlah cukup. Harga beras juga terpantau relatif stabil sehingga masyarakat masih dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. 

Noldi mengatakan penyaluran tidak hanya menyasar pasar tradisional, tetapi juga diperluas ke ritel modern. Di Singkawang, beras premium Bulog dipasok melalui CV Arli, sedangkan di Bengkayang antara lain disalurkan melalui Lala Mart. 

Untuk harga beras SPHP Rp13.000 per kilogram, beras premium Bulog beras kita Rp77.000 per 5 kilogram atau Rp15.400 per kilogram. Dan untuk beras premium merk lain kisaran Rp17.000-Rp18.000 per kilogram. 

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan beras. Kami terus menjaga pasokan untuk wilayah Singkawang, Bengkayang, dan Sambas," katanya. 

Ia menambahkan, di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat serta terbatasnya pasokan beras premium di pasaran, beras premium Bulog dan beras SPHP menjadi salah satu pilihan masyarakat. 

Bulog, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk memastikan distribusi berjalan lancar sehingga kebutuhan beras masyarakat di wilayah kerja Bulog Singkawang tetap terpenuhi.

Salah seorang pedagang di Singkawang Alex mengatakan pasokan beras SPHP dan MinyaKita secara rutin masuk ke pasar setiap pekan. 

"Pasokannya rutin datang setiap minggu. Ini membantu karena harganya lebih terjangkau bagi masyarakat," ujar dia. 

Pedagang lainnya, Apin mengatakan ketersediaan beras SPHP dan MinyaKita hingga kini masih terpenuhi dan belum mengalami kekosongan stok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.